“Festival ini juga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan UMKM di Ganding dan sekitarnya,” tuturnya.
Camat Ganding H. Abdul Khalid selaku leading sector penyelenggaraan mengatakan, Festival Tani Ganding dikonsep dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Festival tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi pertanian, produk UMKM, seni budaya, serta berbagai potensi ekonomi yang berkembang di Kecamatan Ganding.
“Festival Tani Ganding kami konsep sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan potensi kecamatan, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat mempromosikan produk unggulannya,” kata Camat Khalid.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, pelaku seni, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival.
Ketua Panitia Festival Tani Ganding Helman JR mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan disiapkan untuk menggerakkan berbagai potensi lokal.
“Kami ingin Festival Tani Ganding menjadi ruang bersama untuk mengenalkan potensi pertanian, UMKM, seni budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Helman.
Ketua IKAPMII Ganding itu menambahkan, festival selama 10 hari tersebut diharapkan dapat mempertemukan masyarakat dengan beragam produk lokal melalui pameran dan berbagai kegiatan.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang menikmati kegiatan, tetapi juga ikut berpartisipasi, membeli produk lokal, dan mendukung pelaku usaha di Ganding,” harapnya.
Festival Tani Ganding 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 30 September dengan beragam agenda yang mengangkat potensi pertanian, ekonomi masyarakat, seni budaya, dan aktivitas lokal lainnya. ***

