“Jadi saat ini proses pematangan konsep yang akan kita laksanakan terkait dengan teknis kegiatan yang akan kita laksanakan. Insya Allah akan di-start mulai 10 Oktober 2026,” kata Febmi.
Salah satu pembahasan berkaitan dengan mekanisme keikutsertaan setiap kecamatan. Konsep tersebut akan dibuat fleksibel, dengan tetap mengacu pada regulasi sepak bola PSSI.
“Pak Bupati ingin ini lebih fleksibel terkait dengan keikutsertaan kecamatan masing-masing kecamatan, tapi tidak mengesampingkan teknis regulasi yang ada di sepak bola PSSI itu sendiri,” jelasnya.
Askab PSSI Sumenep saat ini masih merampungkan persyaratan peserta, model kompetisi hingga jadwal pertandingan. Seluruh ketentuan tersebut akan diumumkan setelah konsep pelaksanaan selesai.
“Kalau sudah selesai nanti sesegera mungkin akan kita rilis. Teknis persyaratannya, model kompetisinya, time schedule-nya, kemudian lain-lain akan segera kita rilis,” ujarnya.
Febmi menyebut antusiasme terhadap turnamen tersebut mulai terlihat dari banyaknya pihak yang menanyakan mekanisme pelaksanaan. Karena itu, Askab PSSI Sumenep memilih mematangkan konsep sebelum regulasi resmi dikeluarkan.
“Jadi biar nanti sudah bisa ditetapkan, mantep. Jadi kita selesaikan aja dulu. Karena memang banyak yang bertanya sudah, ya kan, terkait dengan adanya kompetisi ini. Insya Allah secepatnya kita rilis,” tandasnya.
Dengan kick off yang dijadwalkan 10 Oktober 2026, Piala AF Sport U-17 Sumenep diproyeksikan menjadi ruang kompetisi sekaligus penjaringan talenta muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep. ***

