SUMENEP, DIMADURA–Membangun jiwa kewirausahaan tidak cukup hanya dengan menanamkan keberanian berbisnis. 

Pengetahuan tentang kualitas produk, keamanan pangan, hingga strategi pemasaran menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan dunia usaha.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, SMK Al-Karimiyyah Sumenep menggelar Sosialisasi Kewirausahaan dan Sanitasi di Aula Lantai 2, Sabtu, 26 September 2026. 

Kegiatan ini menghadirkan dosen Universitas Wiraraja Sumenep, Rika Diananing Putri, sebagai narasumber untuk memberikan wawasan praktis kepada para siswa.

Materi yang disampaikan mencakup dua aspek penting dalam pengembangan usaha, yakni sanitasi pangan dan kewirausahaan. 

Keduanya saling berkaitan, terutama bagi siswa yang ingin merintis usaha di bidang kuliner maupun sektor lainnya.

Dalam pemaparan mengenai sanitasi pangan, Rika menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan makanan. 

Mulai dari mencuci tangan, memastikan peralatan tetap higienis, hingga mencegah kontaminasi silang menjadi bagian mendasar dalam menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi.

Aspek tersebut tidak sekadar berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menentukan kualitas produk dan kepercayaan konsumen. 

Bagi calon wirausahawan, pemahaman mengenai keamanan pangan menjadi salah satu fondasi untuk membangun usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, materi kewirausahaan mengajak siswa memahami pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan peluang bisnis. 

Pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta etika dalam menjalankan bisnis turut menjadi pembahasan untuk memperluas wawasan siswa mengenai dunia usaha.

Kepala SMK Al-Karimiyyah Sumenep, Fendi Susanto, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya sekolah memperluas pengetahuan siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut dia, pemahaman tentang sanitasi pangan dan kewirausahaan perlu dibangun sejak bangku sekolah. 

"Selain meningkatkan kesadaran terhadap kualitas dan keamanan produk, pengetahuan ini kami harapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk memulai usaha secara mandiri," tuturnya. 

Kepala Kompetensi Keahlian (Kakomli), Siti Hartimah, menambahkan bahwa kewirausahaan memiliki peran penting dalam membentuk kreativitas dan kemandirian siswa. 

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, kegiatan usaha juga perlu menghadirkan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.

“Wirausaha bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga bagaimana sebuah usaha dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut, SMK Al-Karimiyyah Sumenep berupaya memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia usaha.

Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai keamanan pangan, tetapi juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar membangun dan mengelola bisnis.

"Bekal pengetahuan ini semoga menjadi pijakan bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, mengenali peluang usaha, serta membangun kemandirian ekonomi setelah lulus," pungkasnya. ***