Ramli juga mengungkapkan bahwa setelah melakukan konfirmasi, dirinya mengetahui ternyata anak tersebut merupakan putra Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi.

“Setelah saya konfirmasi, kebetulan dia adalah putra Pak Kadis,” ujarnya.

Ramli lanjut menjelaskan bahwa proses penjaringan diikuti sejumlah kandidat lain. Bahkan, menurut dia, terdapat kandidat yang diajukan dari lingkungan bangsawan Keraton Sumenep dan Singosari.

Penilaian, kata Ramli, tidak hanya melihat postur tubuh. Pembawaan, kecakapan, hingga kemampuan menampilkan karakter Arya Wiraraja juga menjadi pertimbangan.

“Misalnya ada yang bagus, tapi jalannya kurang anggun. Jadi ndak bisa,” katanya.

Garis keturunan, lanjut Ramli, juga menjadi salah satu pertimbangan ideal dalam memilih pemeran tokoh Arya Wiraraja.

“Dari garis keturunan memang seharusnya kalau bisa memang harus,” ujarnya.

Dari proses penjaringan tersebut, terdapat enam kandidat yang masuk, terdiri atas tiga perempuan dan tiga laki-laki. Setelah melalui proses penilaian, pemeran utama laki-laki akhirnya ditetapkan satu orang.

Persiapan prosesi kemudian dilanjutkan dengan latihan rutin. Ramli mengatakan dirinya bersama tim melakukan rapat dan latihan setiap malam di sekitar Kantor Disbudporapar Sumenep.

“Kita setiap malam latihan. Tiap malam kita rapat dan latihan,” katanya.