Umam menilai keterlibatan pemuda perlu diperluas ke berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, kebudayaan, kewirausahaan, hingga sektor pembangunan lainnya.
Ruang partisipasi yang lebih besar dinilai penting agar potensi generasi muda dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi, penggerak perubahan, sekaligus mitra kolaborasi dalam memajukan Kabupaten Sumenep,” tegas dia.
Umam menyebutkan, pelaksanaan bazar murah di tiga kecamatan menjadi salah satu contoh kegiatan yang diarahkan untuk mendekatkan gerakan kepemudaan dengan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas organisasi dan pemangku kepentingan, kegiatan tersebut diharapkan memberi manfaat sosial sekaligus memperkuat peran pemuda di tingkat lokal.
Namun, Umam menilai, keberlanjutan deklarasi akan bergantung pada tindak lanjut yang terukur.
Komitmen memperluas partisipasi pemuda membutuhkan program kerja, pembagian peran antarorganisasi, serta mekanisme yang memungkinkan generasi muda menyampaikan gagasan dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
"Trimatra Pemuda Sumenep 2026 ini kami harapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi kepemudaan untuk memperkuat persatuan dan kapasitas generasi muda," harapnya.
Umam menambahkan, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga momentum untuk menguji sejauh mana semangat persatuan dapat diterjemahkan menjadi kerja bersama yang berkelanjutan bagi masyarakat Sumenep. ***

