SUMENEP, DIMADURA–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan tidak ada laporan petani mengalami gagal panen tembakau sepanjang musim tanam 2026. 

Pemerintah daerah kini mulai mempersiapkan kebutuhan pertanian untuk menghadapi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, hingga berakhirnya musim tanam tembakau tahun ini, kondisi pertanian masih berjalan tanpa laporan kegagalan panen dari petani.

Sementara itu, sebagian besar lahan pertanian masih dimanfaatkan untuk tanaman tembakau. 

Petani belum memulai penanaman padi karena masih menunggu datangnya hujan sebagai penanda dimulainya musim tanam berikutnya.

“Untuk tanaman lain masih belum ada karena memang belum musim hujan. Petani masih menunggu hujan. Setelah hujan turun, baru mereka mulai bergerak untuk menanam padi,” kata pria yang disapa Inung itu. (29/10/26). 

Baca Juga:Hida Olsop

Menurut dia, petani di Sumenep umumnya memiliki kebiasaan memperhatikan kondisi alam untuk memperkirakan datangnya musim hujan. 

Penentuan waktu tanam biasanya disesuaikan dengan perubahan cuaca dan intensitas curah hujan di wilayah masing-masing.

Secara umum, hujan mulai turun pada Oktober hingga November. Namun, awal musim hujan dapat bergeser hingga Desember di sejumlah wilayah. 

Bahkan, beberapa daerah di Sumenep dilaporkan sudah mulai diguyur hujan.

Menghadapi musim tanam padi, DKPP Sumenep, lanjut Inung, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi telah dialokasikan sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.

Ia menyebutkan, pupuk subsidi sudah tersedia di kios-kios resmi sehingga petani dapat melakukan penebusan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pupuk, kebutuhan benih padi juga dipastikan tersedia. Sebagian besar petani telah memiliki benih yang akan digunakan untuk memulai penanaman ketika kondisi cuaca memungkinkan.

“Kalau pupuk subsidi sudah ada di kios masing-masing, tinggal menebus saja. Untuk benih padi, petani juga sudah memiliki semuanya,” jelasnya.

Inung berharap ketersediaan sarana produksi pertanian tersebut dapat membantu petani mempersiapkan musim tanam tanpa terkendala kebutuhan dasar.

Meski ketersediaan pupuk subsidi telah dipastikan, ia juga meminta petani segera melaporkan apabila menemukan persoalan dalam proses penebusan maupun distribusinya.

Jika mengalami kendala di kios pengecer, petani diminta menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak kios atau distributor terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya.

Apabila masalah belum terselesaikan, petani dapat meneruskannya kepada petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan.

“Kalau ada kendala terkait pupuk subsidi, segera disampaikan. Bisa dikomunikasikan terlebih dahulu dengan kios atau distributornya, kemudian diteruskan kepada teman-teman BPP yang ada di kecamatan,” kata Inung.

Melalui koordinasi tersebut, pihaknya berharap persoalan distribusi maupun penebusan pupuk subsidi dapat segera ditangani sehingga tidak menghambat aktivitas petani saat musim tanam padi dimulai. ***