dimadura
Beranda Tomang Sumenep Dampak Puting Beliung di Karduluk Kian Bertambah, BPBD Sumenep Catat 188 Bangunan Rusak

Dampak Puting Beliung di Karduluk Kian Bertambah, BPBD Sumenep Catat 188 Bangunan Rusak

Foto: Kondisi rumah warga di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, setelah diterjang Puting Beliung, (Istimewa/Doc. Dimadura).

NEWS SUMENEP, DIMADURA–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat sebanyak 188 bangunan rusak akibat hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah, Minggu (1/2/2026).

‎Berdasarkan data sementara BPBD Sumenep, kerusakan paling banyak terjadi di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, dengan jumlah 178 bangunan terdampak.

‎Selain itu, delapan bangunan rusak di Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, serta dua bangunan lainnya di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto. Bangunan yang mengalami kerusakan meliputi rumah warga, masjid, sekolah, hingga toko.

‎Kepala BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy mengatakan, peristiwa tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin puting beliung.

‎Ia menyebutkan, laporan kejadian bencana sebenarnya juga masuk dari wilayah lain, seperti Kecamatan Kalianget dan kawasan Kota Sumenep.

‎“Namun, di wilayah tersebut hanya terjadi pohon tumbang dan tidak menimbulkan korban maupun kerusakan bangunan. Karena itu, penanganan difokuskan pada tiga kecamatan yang terdampak langsung,” terang Laili, Selasa (3/2/2026).

‎Ia menambahkan, BPBD telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen guna memastikan tingkat kerusakan akibat bencana.

‎Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih mengandalkan laporan sementara dari kepala desa yang disampaikan melalui masing-masing camat.

‎“Hasil asesmen belum selesai. Data yang kami terima saat ini masih berupa laporan awal,” kata Laili.

‎Menurut dia, asesmen diperlukan untuk menentukan kategori dan tingkat kerusakan bangunan sebagai dasar penanganan lanjutan.

‎Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu karena kondisi kerusakan di lapangan tidak seragam.

‎“Jika seluruh bangunan rusak berat atau ambruk, asesmen bisa selesai dalam tiga hari. Tetapi karena tingkat kerusakan beragam, perlu perhitungan dan penilaian yang lebih detail,” tutup Laili.***

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan