SUMENEP, DIMADURA Di saat pemerintah mulai menarik kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari bank-bank pelat merah dan persoalan kredit fiktif di BRI Branch Office (BO) Sumenep belum sepenuhnya menemukan titik terang, Branch Manager BRI BO Sumenep, Ali Topan, diketahui menjalani cuti selama sekitar satu pekan.

Waktu terjadinya cuti tersebut memunculkan tanda tanya, terlebih ketika upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi selama beberapa pekan terakhir belum juga memperoleh penjelasan langsung dari yang bersangkutan.

Belum ada informasi resmi mengenai alasan Ali Topan mengambil cuti. Namun, momen itu berlangsung bersamaan dengan tiga situasi yang sama-sama menyita perhatian.

Di tengah kebijakan pemerintah terkait penarikan dana SAL, BRI BO Sumenep terus mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara agresif, dan penyelesaian kasus kredit fiktif yang telah bergulir selama bertahun-tahun belum sepenuhnya dijelaskan kepada publik.

Redaksi telah berulang kali mengupayakan wawancara langsung dengan Ali Topan. Hingga artikel ini ditulis, konfirmasi yang dikirimkan melalui pihak internal maupun nomor WhatsApp pribadinya belum mendapat tanggapan.

Pemerintah Tarik Dana SAL

Perubahan arah kebijakan pemerintah mengenai Saldo Anggaran Lebih (SAL) menjadi salah satu isu yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan laporan Majalah Tempo edisi 6 Juli 2026, pemerintah mulai menarik kembali sebagian dana SAL yang sebelumnya ditempatkan di bank-bank milik negara.

Dana tersebut selama ini berfungsi sebagai tambahan likuiditas guna memperkuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit kepada sektor produktif.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa SAL merupakan bantalan fiskal negara yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk menjaga kebutuhan kas pemerintah, termasuk mendukung belanja negara ketika diperlukan.