Perpindahan pasukan dilakukan melalui jalur laut dengan kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan jalur darat.

‎Prajurit yang dilibatkan dalam gelombang tersebut berasal dari sejumlah satuan, antara lain Koarmada II, Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2), Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal), Komando Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), serta Akademi Angkatan Laut (AAL).

‎Selain itu, pasukan juga didatangkan dari pangkalan TNI AL di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.

‎“Total personel yang dikerahkan dari seluruh tahapan mencapai 20.980 personel,” kata Yayan.

‎Adapun pada tahap keempat, sebanyak 13.140 prajurit dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) dan satuan TNI AL di wilayah Jakarta disiagakan di markas masing-masing.

Mereka berstatus siaga penuh dan dapat digerakkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan serta perintah komando.

‎Dengan pola tersebut, penguatan pengamanan ibu kota tidak hanya mengandalkan pasukan yang telah berada di Jakarta.

TNI AL juga menyiapkan dukungan personel dari luar daerah, sementara sebagian kekuatan tetap disiagakan sebagai pasukan cadangan.