Ia mengatakan semula tidak merasa perlu menanggapi kabar tersebut karena jumlah ketua umum partai politik cukup banyak. Namun, setelah tudingan itu secara spesifik diarahkan kepadanya, ia mempertanyakan maksud penyebaran informasi tersebut.
Di sisi lain, Bahlil menyatakan mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyadapan ilegal hingga tuntas.
Menurut dia, tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan.
"Partai Golkar mendukung secara penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan. Kita mendukung penuh, diusut tuntas dan dilakukan secara transparan," katanya.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa dirinya mengaku menjadi salah satu pihak yang turut mengalami penyadapan.
Ia bahkan menyampaikan kekhawatirannya dengan nada bercanda mengenai aktivitas komunikasi pribadinya yang berpotensi diketahui pihak lain.
"Tidak hanya kepala negara yang disadap, saya pun disadap. Awak pun disadap. Jadi, saya itu takut juga barangnya disadap karena telepon saya itu kan kelakuan siang dan malam ketahuan semua di situ," ujarnya.
Meski disampaikan sambil berkelakar, Bahlil menilai dugaan penyadapan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas.
Ia juga menduga isu yang menyeret namanya sengaja dimunculkan untuk menggoyahkan soliditas Partai Golkar.
Karena itu, Bahlil meminta seluruh kader tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

