Persoalan ini juga seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

Pertanyaan pentingnya bukan hanya siapa yang harus dihukum, tapi juga mengapa sistem perlindungan anak harus terus diperkuat? Apakah mekanisme pengaduan sudah benar-benar mudah diakses?

Apakah anak-anak memahami ke mana mereka harus mencari pertolongan?

Apakah masyarakat memahami tanda-tanda kekerasan terhadap anak?

Apakah lingkungan sekolah, desa, keluarga, dan masyarakat memiliki mekanisme pencegahan yang efektif?

Dan yang paling penting, apakah korban mendapatkan pendampingan setelah perkara dilaporkan?

Jangan sampai pemerintah baru sibuk bergerak setelah kasus menjadi viral. Perlindungan anak harus bekerja sebelum kejahatan terjadi, bukan hanya setelah korban jatuh.

Peran Tokoh Agama

Ada hal lain yang tidak kalah penting. Tokoh agama memiliki posisi strategis dalam masyarakat Sumenep. Mereka bukan hanya dibutuhkan ketika masyarakat membutuhkan ceramah tentang ibadah.

Tokoh agama dibutuhkan untuk membangun kesadaran tentang perlindungan anak, penghormatan terhadap perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, etika pergaulan, serta keberanian melaporkan kejahatan.