Pesan moral harus turun dari mimbar ke kehidupan nyata. Sebab, jika nilai agama hanya berhenti pada kata-kata, sementara anak-anak tidak merasa aman, maka ada jarak yang terlalu lebar antara ajaran dan praktik.

Kebutuhan Anak

Terkait kasus asusila yang belakangan ramai terjadi di Sumenep ini sudah saatnya mendapatkan perhatian seluruh pihak.

Dalam menyikapi perkara ini, satu hal harus menjadi garis merah, bahwa kita jangan pernah menyalahkan korban.

Anak tidak memilih menjadi korban. Anak tidak memilih siapa yang melakukan kekerasan terhadapnya. Anak tidak bertanggung jawab atas perilaku buruk orang dewasa.

Ya, anak tidak seharusnya menanggung rasa malu yang seharusnya menjadi beban pelaku, jika memang terbukti melakukan kejahatan.

Karena itu, identitas korban anak juga harus dijaga dengan sangat ketat. Jangan menyebarkan nama, foto, alamat, sekolah, maupun informasi lain yang dapat mengungkap identitas korban.

Media pun memiliki tanggung jawab besar. Memberitakan kasus kekerasan terhadap anak bukan berarti membuka seluruh identitas korban kepada publik. Bukankah berita harus memberi informasi, bukan menambah luka.

Sumenep Harus Bercermin

Pada akhirnya, persoalan ini bukan semata-mata tentang satu keluarga. Bukan pula hanya tentang satu desa atau satu kecamatan. Ini adalah momentum bagi Sumenep untuk bercermin.