“Contoh kecilnya ya kami diundang ke Bali, masa kami mau menampilkan Leak, tampilan Leak ataupun Barong kan tidak mungkin,” katanya sambil tertawa.

Pemerintah dan Jalan Panjang Kebudayaan

Dukungan masyarakat terhadap Sanggar Makan Ati, menurut Marsiono, sudah terasa. Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan kapan sanggar kembali tampil.

“Banyak mengharap, menunggu kapan Makan Ati bisa tampil lagi, Makan Ati kapan ada event lagi,” ujarnya.

Kini ia berharap pemerintah ikut memperkuat ekosistem tersebut. Bukan semata dalam bentuk bantuan anggaran, tetapi juga dukungan terhadap pementasan dan promosi kebudayaan.

“Intinya saling kerja sama untuk melestarikan budaya, budaya daerah terutama daerah Madura,” katanya.

Selama ini, menurut Marsiono, dukungan pemerintah terhadap pementasan sudah sering ia rasakan. Namun bantuan anggaran untuk sanggar belum pernah diterima meski pengajuan pernah dilakukan.

“Kalau mengajukan sering, cuma belum rezekinya saja,” ujarnya.

Bagi Marsiono, keberadaan pemerintah tetap penting karena memiliki ruang lebih luas untuk mengenalkan kebudayaan daerah.

“Karena orang pemerintah yang bisa, mohon maaf ya, yang bisa menyiarkan atau mempromosikan budaya kita ke luar,” katanya.