Harapan menjadi juara pernah ia ucapkan ketika usianya telah lanjut. Ia terus menunggu, mengikuti perjalanan Madura United, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Kini, tribun bawah papan skor masih akan menjadi tempat para suporter berkumpul. Bendera akan tetap berkibar. Nyanyian akan tetap terdengar. Pemain akan tetap berlari mengejar kemenangan.
Hanya satu pemandangan yang akan hilang dari sana, seorang lelaki tua beratribut Madura United yang berdiri dan berjoget sepanjang pertandingan.
Mbah Hosen telah pergi. Namun, kesetiaan yang ia tunjukkan selama bertahun-tahun telah menjadi bagian dari ingatan Madura United. ***

