Skip to content
Minggu, 19 April 2026
News
Nasabah Saksi di Lokasi Sebut Pekerja Proyek Konstruksi Kantor Bank Jatim Sumenep Tanpa APD Keluarga Korban Sebut Banyak Kabel Lecet di Lokasi Konstruksi Kantor Bank Jatim Sumenep Rekonstruksi Kantor Bank Jatim Sumenep Makan Korban Legislator Muda PDI Perjuangan Sumenep Kampanyekan Gowes Masuk Kerja ke Kantor Dua Kader PDIP Jatim Terima Penghargaan PWI Jatim di Puncak HPN 2026
MENU
Hubungi Kami
dimaduradimadura
  • Beranda
  • Tomang
  • Okara
  • Sakèthèng
  • Pangkèng
  • Ghârḍu
  • Congkop
  • Roma
  • Lapak
  • Bubungan
  • Lèbur

Kategori

  • Advertorial
  • Artis
  • Asta
  • Bangkalan
  • Bisnis
  • Bubungan
  • Budaya
  • Buku
  • Carèta
  • Cerpen
  • Congkop
  • Desa
  • Doa
  • Editorial
  • Elektro
  • Esai
  • Fakta Unik
  • Fashion
  • Film
  • Gaguridan
  • Gancaran
  • Gardu
  • Headline
  • Kisah Mistis
  • Kolom
  • Komunitas
  • Konten
  • Kosa Kata
  • Kuliner
  • Lapak
  • Legenda
  • Lembaga
  • Lirik Lagu
  • Manca
  • Materi
  • Nasional
  • Obituari
  • Okara
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pamekasan
  • Pamekasan
  • Pangkèng
  • Pangraja
  • Paramasastra
  • Profil
  • Rental
  • Roma
  • Saketheng
  • Sampang
  • Sastra
  • Sejarah
  • Situs
  • Sumenep
  • Tapalkuda
  • Tareka
  • Tecno
  • Tokoh
  • Tomang
  • Wawancara
  • Wisata
dimaduradimadura
  • Tomang
    • Sumenep
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Bangkalan
    • Tapalkuda
    • Editorial
    • Advertorial
    • Nasional
    • Manca
  • Sakèthèng
    • Tareka
    • Soal
    • Doa
    • Buku
    • Materi
  • Pangkèng
    • Sastra
    • Kosa Kata
    • Paramasastra
  • Okara
    • Ghâghuridhân
    • Gancaran
    • Esai
    • Kolom
    • Cerpen
    • Carèta
    • Legenda
  • Ghârḍu
    • Sejarah
    • Wisata
    • Budaya
  • Congkop
    • Profil
    • Tokoh
    • Obituari
    • Situs
    • Asta
    • Pangrajâ
  • Roma
    • Desa
    • Komunitas
    • Lembaga
    • Organisasi
  • Ḍâpor
    • Kuliner
    • Bârung
  • Konten
    • Tecno
    • Elektro
    • Film
    • Otomotif
  • Bubungan
    • Kisah Mistis
    • Fakta Unik
Beranda Pangkèng Ragam dan Struktur Pantun Madura: Keindahan dalam Kesederhanaan

Ragam dan Struktur Pantun Madura: Keindahan dalam Kesederhanaan

Oleh dimadura - 14 Juli 2024, 06:30
Bagikan:
Contoh Struktur Pantun Madura Kena Mental (Ist/dimadura.id)

Logo Dimadura.idSASTRA DIMADURA – Pantun Madura memiliki berbagai jenis yang masing-masing menyampaikan pesan yang berbeda.

Secara umum, pantun dibedakan menjadi beberapa kategori berdasarkan isinya, seperti pantun romantis, pantun nasehat, pantun religi, hingga yang terbaru dan lagi viral, yakni pantun kena mental, pantun hati-hati di jalan, dan pantun puitis.

Setiap jenis pantun tersebut memiliki struktur dan karakteristik yang khas tersendiri. Terkait pantun romantis, nesehat, dan religi sudah dibahas pada postingan-postingan sebelumnya.

Kali ini, redaksi hanya akan fokus membahas ragam dan struktur pantun Madura kekinian yang lagi viral sebagai berikut.

1. Pantun Kena Mental

Pantun jenis ini biasanya terdiri dari dua baris dan digunakan untuk memberikan sindiran halus atau peringatan kepada seseorang. Contohnya:

Contoh: Bânnya’ caca, bânnya’ sala

Baca Juga:

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang &Quot;Pegulat Puisi&Quot;

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali

Artinya: Banyak bicara, banyak salah

Maksud: Sindiran bahwa terlalu banyak berbicara dapat menyebabkan banyak kesalahan. Pantun ini sederhana namun penuh makna, mencerminkan kebijaksanaan dalam berbicara.

Menurut E. M. Uhlenbeck dalam bukunya A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura, pantun Madura sering menggunakan struktur yang sederhana namun efektif dalam menyampaikan pesan moral.

Penggunaan metafora dan personifikasi dalam pantun ini membuatnya lebih menarik dan mudah diingat.

Pantun Hati-hati di Jalan

Pantun ini memberikan pesan agar selalu berhati-hati dalam perjalanan, baik di jalan umum maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh: Mangkat bungkol, mole bungkol

Artinya: Berangkat utuh, pulang utuh

Maksud: Mengingatkan agar selalu berhati-hati agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Pantun ini mencerminkan nilai kehati-hatian dan kepedulian terhadap keselamatan diri.


BACA JUGA:

Salah Satu Contoh Pantun Madura Puitis Yang Sarat Akan Nasehat Dan Bernuansa Filosofis Dalam Artikel Ini (Gambar Ilustrasi: Dokumen Dimadura.id)

Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis

Potret Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.tp., M.si, Saat Memberikan Sambutan Usai Menerima Gelar Doktor Dan Predikat Cumlaude Di Universitas Merdeka, Malang. (Foto: Istimewa)

Setara Prestasi Akademik Bupati Sumenep, Kabappeda Arif Firmanto Raih Cumlaude Studi Doktor Ilmu Sosial

Uwais &Amp; Ghaist, Saat Ngaji Puisi Bahasa Madura Di Pusara Sayyid Jemur Buju' Bagung, Rabu 9 Juli 2024 (Foto: Sc.video On Youtube Rumah Tangga Puisi)

Ngaji Puisi Bahasa Madura: Dhadha Se Eporak


Menurut James J. Fox dalam bukunya The Poetic Power of Place: Comparative Perspectives on Austronesian Ideas of Locality, pantun-pantun seperti ini mencerminkan konsep ruang dan perjalanan dalam budaya Austronesia, termasuk Madura.

Keselamatan dalam perjalanan adalah metafora untuk perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan.

Pantun Nasehat

Pantun ini sering digunakan untuk menyampaikan nasihat dan petuah yang penuh makna.

Contoh: Aèng ta’ kèra aombâ’ mon ta’ èghumbek

Artinya, seperti air yang mengalir, ia tidak akan berombak jika tidak kita obok.

Pantun ini mengajarkan kita untuk menjaga kedamaian dan tidak memancing masalah; menunjukkan kearifan lokal dalam menjaga hubungan baik dengan sesama.

Salah satu referensi yang dapat digunakan untuk memahami lebih dalam tentang pantun nasehat adalah Pantun dan Syair dalam Kesusasteraan Melayu oleh Abdul Hadi W. M.

Buku ini mengupas bagaimana pantun digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan etika dalam masyarakat Melayu, yang juga relevan dengan tradisi Madura.

Pantun Puitis

Pantun ini menunjukkan keindahan bahasa dan seni berpuisi dalam bahasa Madura.

Contoh: Angèn alèmbây maghuli dâun

Arti: Angin berhembus pelan menggerakkan daun

Contoh pantun di atas menggambarkan keindahan alam dan ketenangan, mengajak kita untuk menikmati keindahan alam dan kehidupan yang tenang.

Keindahan bahasa dalam pantun puitis dapat dilihat sebagai bentuk estetika dalam budaya lokal. Dalam bukunya Poetics of Space, Gaston Bachelard menyatakan bahwa ruang yang indah dan tenang dapat memberikan kedamaian jiwa.

Pantun-pantun puitis Madura mencerminkan konsep ini melalui gambaran alam yang menenangkan.

Dengan memahami struktur dan jenis pantun Madura, kita dapat lebih menghargai keindahan dan kekayaan budaya lokal, dimana kehadirannya tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebijaksanaan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.


Referensi:

  • Uhlenbeck, E. M. “A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura”. The Hague: Martinus Nijhoff, 1970.
  • Fox, James J. “The Poetic Power of Place: Comparative Perspectives on Austronesian Ideas of Locality”. Canberra: Australian National University Press, 1997.
  • Abdul Hadi W. M. “Pantun dan Syair dalam Kesusasteraan Melayu”. Jakarta: Pustaka Jaya, 1993.
  • Bachelard, Gaston. “The Poetics of Space”. Beacon Press, 1994.

Post Views: 815

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Keindahan PantunPantun MaduraPantun SederhanaRagamSastra MaduraStruktur
Komentar
Bagikan:
Sebelumnya

Nilai-Nilai Luhur dalam Pantun Bahasa Madura: Moral, Agama, dan Budaya

Selanjutnya

Refleksi Filsafat Hidup dalam Kearifan Lokal Pantun Madura

Artikel Terkait

Lanjhâng Omor

Lanjhâng Omor

Ilustrasi Jejak Bahasa Belanda dalam Bahasa Madura (Istimewa)

Jejak Bahasa Belanda dalam Bahasa Madura

Poster ilustratif tentang 61 Nama Anggota Tubuh Manusia

Inilah 61 Nama Anggota Tubuh Manusia dalam Bahasa Madura

OKARA

Foto: ILUSTRASI. Sejarah Hari Perempuan Internasional dimulai di Amerika Serikat. (Istimewa/Doc. Dimadura).
Okara

Merayakan dengan Keberanian: Refleksi Hari Perempuan 2026 dari Ruang Gerak KOPRI

Foto: Noris Sabit Presiden Fakta Foundation bersama 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026, (Ari/Doc. Dimadura).
Kolom

Membaca Rekam Jejak 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026

Merawat "Akar" Simpul Maiyah Damar Ate Sumenep
Komunitas

Merawat “Akar” Simpul Damar Ate

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan
Kolom

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan

Kolom

SOAL KASUS JAMBRET JOGJA

SAKÈTHÈNG

Download PDF: Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban

Materi 10 November 2025
Cover 3 Buku Sejarah Madura dan Pesantren

Tiga Buku Ini Merekam Peran Sentral Madura dalam Sejarah dan Pesantren

Buku 19 Oktober 2025
Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Materi 22 September 2025
Momen Foto Bersama Pernikahan di Desa Totosan, Batang-Batang, Sumenep

Musim Nikah, Ini Teks Contoh MC Pernikahan Bahasa Madura

Tareka 14 September 2025

PANGKÈNG

Penyair Sumenep Sugat Ibnu Gazali Sang "Pegulat Puisi"
Sastra

Puisi Puisi Sugat Ibnu Gazali

Ilustrasi penyair MH Efendi dengan kutipan sajak reflektif tentang perjuangan hidup dan kesunyian manusia
Sastra

Sajak MH Efendi

Sastra

Membaca Puisi “Rajâ Atè” karya Liwail Amri

Gaguridan

Rajâ Atè: Refleksi Akhir Tahun 2025

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak
Pangkèng

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak

ADVERTORIAL
ADVERTORIAL
Launching Kantor PBH Jatim
previous arrow
next arrow

DIMADURA.ID | Ruang bagi orang Madura membaca, menulis, dan bersuara dalam bahasa, budaya, dan kearifan sendiri.

Jalan Raya Gapura, Ds. Buddagan Bangkal No. 41,
Kec. Kota, Sumenep, Madura, Indonesia
Contact: 082333811209

Email: redaksi@dimadura.id atau dimadura99@gmail.com

INFORMASI

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tarif Kerjasama
Copyright @dimadura.id 2021

Konten Iklan

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!