Ia menilai kehadiran organisasi mahasiswa di lingkungan pesantren dapat menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, tradisi intelektual, dan pengabdian sosial.
Bagi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, hasil Rakerwil diharapkan tidak berhenti dalam bentuk rekomendasi organisasi.
Lebih jauh, Iskil memastikan mahasiswa akan menentukan bentuk pengawalan sesuai perkembangan persoalan yang dibahas.
“Kalau harus konsolidasi, kita konsolidasi. Kalau harus audiensi, kita hadapi. Kalau suara rakyat harus dibawa ke jalan, kita siap turun ke jalan,” pungkasnya.
Rakerwil BEM SI Kerakyatan Jawa Timur dijadwalkan berlangsung hingga 7 Oktober 2026 di UNUJA Probolinggo. ***

