SURABAYA – Pengurus dan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep melakukan kunjungan ke Kantor SMSI Jawa Timur di Surabaya, Kamis (8/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus pemantapan hasil program kerja yang sebelumnya dibahas dalam rapat di Aula Kantor DPMD Sumenep, Selasa (5/10).

Rombongan SMSI Sumenep diterima langsung Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, bersama Sekretaris SMSI Jatim, Tarmuji, dan Ketua Bidang Riset dan Pendidikan, Mochamad Makrup.

Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat SMSI Jatim yang berada di Jalan Taman Apsari, Surabaya, yang berdampingan dengan Kantor PWI Jawa Timur.

Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi, dalam pertemuan ini menyampaikan perkembangan terbaru kepengurusan organisasi.

Ia juga menyampaikan bergabungnya sejumlah figur ke dalam SMSI Sumenep, termasuk mantan Ketua PWI Sumenep, Samsul Arifin, serta mantan kepala biro media Radar Madura Jawa Pos, Prengky Wirananda.

Saat ini, jumlah anggota SMSI Sumenep tercatat sebanyak 22 orang. Jumlah tersebut setelah sebelumnya terdapat tiga anggota yang dikeluarkan dari keanggotaan, masing-masing Pemimpin Redaksi Nusa Insider, Pemimpin Redaksi Lensa Madura, dan Pemimpin Redaksi Klik Times.

Wahyudi menegaskan, penataan keanggotaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga organisasi tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami tidak ingin SMSI ini rusak karena tangan-tangan yang tidak profesional dan sikap atau perbuatan yang melenceng dari AD-ART SMSI,” kata Wahyudi.

KONSOLIDASI: Pengurus dan anggota SMSI Sumenep saat melakukan kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ke Kantor SMSI Jawa Timur di Surabaya, Kamis (8/10/2026). Pertemuan membahas perkembangan organisasi serta pemantapan program kerja SMSI Sumenep. (Dok. SMSI Sumenep)

Selain konsolidasi organisasi, Wahyudi menyampaikan sejumlah rencana program kerja SMSI Sumenep. Salah satunya adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang direncanakan digelar pada 2027.

Menurut dia, SMSI Sumenep akan terus memperkuat organisasi agar keberadaannya dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan tetap berjuang agar SMSI ini menjadi organisasi yang diterima oleh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura dan Jawa Timur secara umum,” katanya.

Sekretaris SMSI Jawa Timur, Tarmuji, mengapresiasi kunjungan pengurus SMSI Sumenep. Ia menilai pengurus SMSI Sumenep cukup aktif membangun komunikasi dengan pengurus provinsi.

“Saya mengapresiasi sekali teman-teman Sumenep yang sangat sering berkunjung ke Jawa Timur, sangat aktif sekali. Terima kasih,” katanya.

Ketua SMSI Jatim, Sokip, juga memberikan apresiasi terhadap soliditas organisasi SMSI Sumenep. Ia menyebut SMSI Sumenep sebagai salah satu daerah yang aktif menjalankan kegiatan organisasi.

“SMSI Sumenep ini adalah SMSI yang paling solid, kompak, aktif, dan semoga seluruh program kerja terlaksana secara baik dan bermanfaat bagi anggota,” ujar Sokip.

Menurut dia, manfaat organisasi diharapkan dapat dirasakan anggota dalam berbagai aspek, baik secara finansial, penguatan jaringan maupun manfaat lainnya.

Dalam pertemuan itu, Sokip juga menyinggung keputusan pengurus SMSI Sumenep terkait pengeluaran sejumlah anggota. Ia mengapresiasi ketegasan pengurus dalam melakukan penataan internal organisasi.

Namun, ia mengingatkan pengurus daerah agar membangun komunikasi terlebih dahulu dengan pengurus SMSI Jatim sebelum mengambil keputusan yang menyangkut keanggotaan.

Menurut Sokip, keputusan terkait pengeluaran anggota merupakan persoalan sensitif karena menyentuh aspek emosional dan harga diri anggota.

“Karena hal itu adalah hal yang sangat menyentuh emosional dan harga diri anggota. Mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi,” pesannya.

Sokip juga mendorong SMSI Sumenep untuk ikut mempersiapkan program SMSI Award 2027.

Agenda tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun.

Ia berharap berbagai program yang dirancang SMSI Sumenep dapat berjalan dan memberikan dampak positif bagi organisasi maupun para anggotanya.

“SMSI Sumenep luar biasa. Terima kasih,” pungkas Sokip. ***