REGIONAL, DIMADURA – Siswi SDIT Al-Hidayah Sumenep, Ana Syifaul Millah Arsa, bersiap mengisi acara pembukaan Event Art Sketsa Indonesia Tunggal Roso, pameran lukisan bersama lintas agama yang digelar di Gedung Widya Kartika, Surabaya, Selasa (27/10/2026).
“Ya, insya Allah siap. Itu surat undangannya sudah kami terima dari sekolah,” ungkap Syifa kepada jurnalis dimadura.id, Senin (26/10).
Keterlibatan Syifa disebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kreativitas generasi muda dalam ruang seni yang mempertemukan pelukis dari berbagai daerah dan latar belakang budaya maupun agama.
Ketua Sketsa Indonesia Tunggal Roso, MJM Husni Tamrin, melalui surat permohonan izin tertanggal 14 Oktober 2026, meminta Kepala SDIT Al-Hidayah Sumenep memberikan izin kepada Syifa untuk mengisi acara pembukaan.
“Kami selaku panitia bersama mengajukan permohonan izin kepada Kepala Sekolah SDIT Al-Hidayah Sumenep kiranya berkenan mengizinkan ananda Ana Syifaul Millah Arsa untuk mengisi acara,” ucap Husni Tamrin dalam keterangan yang diterima media ini.
Husni menjelaskan, pameran ini bertujuan membangun dan melestarikan nilai-nilai kesenian serta kebudayaan yang berpedoman pada nilai-nilai pendiri bangsa dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pameran ini diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap kebudayaan dan kesenian melukis sebagai kearifan lokal, terutama melalui pengenalan dan keterlibatan generasi muda dalam kreativitas kehidupan sehari-hari,” kata Husni Tamrin, sebagaimana tertuang dalam surat.
Libatkan Pelukis dari Berbagai Daerah
Pameran bertema Event Art Sketsa Indonesia Tunggal Roso ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 27 hingga 31 Oktober 2026.
Berdasarkan poster kegiatan, acara pembukaan digelar Selasa (27/10/2026), pukul 16.00–20.00 WIB, dan dibuka oleh RD. Yosef Eko Budi Susilo.
Sementara itu, pameran untuk umum berlangsung pada 28–31 Oktober 2026, pukul 08.00–16.00 WIB.
Kegiatan tersebut melibatkan pelukis dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik, Lamongan, Lawang, Salatiga, Surakarta, Ambarawa, Semarang, Madura, Bandung, hingga Bali.
Kehadiran Syifa dalam acara pembukaan diharapkan turut memperkenalkan potensi generasi muda Sumenep di bidang seni sekaligus memperluas ruang partisipasi anak dalam kegiatan kebudayaan.
Melalui pertemuan para pelukis lintas agama dan daerah, pameran ini juga membawa pesan tentang pentingnya merawat toleransi, menghargai keberagaman, serta menjadikan seni sebagai ruang perjumpaan yang menyatukan perbedaan. ***

