Ia mengutarakan, pertemuan para pelukis dalam kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarseniman sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap karya seni dari beragam latar belakang.
“Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan perbedaan. Para pelukis hadir dengan karakter dan latar belakang masing-masing, tetapi dipertemukan oleh kecintaan terhadap seni,” tuturnya.
Kehadiran Syifa juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lingkungan seni yang lebih luas. Karya keris lukis yang dibawanya memperlihatkan bagaimana kreativitas anak dapat mengambil inspirasi dari bentuk dan kekayaan budaya Nusantara.
Keterlibatan peserta dari berbagai usia dan daerah, kata Husni, merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni serta membangun penghargaan terhadap keberagaman.
“Kami berharap pameran ini dapat mempererat persaudaraan lintas iman, menumbuhkan apresiasi terhadap seni, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkarya. Perbedaan hendaknya menjadi kekayaan yang memperindah kehidupan bersama,” pungkas Husni Tamrin. ***

