REGIONAL – Karya keris lukis Ana Syifaul Millah Arsa, siswi sekolah dasar asal Sumenep, Madura, mendapat perhatian dalam pameran lukisan lintas agama bertajuk Event Art Sketsa Indonesia Tunggal Roso di Gedung Widya Kartika, Surabaya.
Karya Syifa diterima langsung oleh Joshua Swarnadhipa, S.H., selaku manajemen Widya Kartika Surabaya. Penyerahan tersebut disaksikan pengurus Komunitas Sketsa Indonesia Tunggal Roso, Lembaga Karya Dharma Keuskupan Surabaya, serta para pelukis yang mengikuti pameran.
Ketua Panitia Event, MJM Husni Tamrin, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu (28/10), menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan ruang perjumpaan para seniman dengan semangat kebersamaan dan toleransi lintas iman.
“Pameran lukisan bersama ini diselenggarakan dengan semangat kebersamaan dan toleransi lintas iman. Kami ingin menghadirkan ruang seni yang mempertemukan para pelukis dari berbagai daerah dan latar belakang,” kata Husni Tamrin.
Pameran yang berlangsung di Jalan Dukuh Kupang Timur XIII Nomor 12A, Surabaya, tersebut diikuti 52 pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Menurut Husni, keikutsertaan Syifa menjadi bagian menarik dalam perhelatan seni tersebut. Di usianya yang masih belia, Syifa telah menunjukkan kreativitas melalui karya keris lukis yang dibawanya ke tengah komunitas pelukis lintas daerah.
“Kami juga dihadiri pelukis keris cilik dari Sumenep, Madura. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam pameran ini, sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas seni dapat tumbuh sejak usia dini,” ujarnya.
Mempertemukan Seni dan Keberagaman
Event lintas agama ini diselenggarakan Art Space Widya Kartika bersama Komunitas Sketsa Indonesia Tunggal Roso dan Lembaga Karya Dharma Keuskupan Surabaya.
Acara pembukaan berlangsung Selasa (27/10/2026), dibuka langsung oleh RD. Yosef Eko Budi Susilo. "Sementara pameran untuk umum dijadwalkan berlangsung pada 28–31 Oktober 2026, pukul 08.00–16.00 WIB," terang Husni.
Ia mengutarakan, pertemuan para pelukis dalam kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarseniman sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap karya seni dari beragam latar belakang.
“Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan perbedaan. Para pelukis hadir dengan karakter dan latar belakang masing-masing, tetapi dipertemukan oleh kecintaan terhadap seni,” tuturnya.
Kehadiran Syifa juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lingkungan seni yang lebih luas. Karya keris lukis yang dibawanya memperlihatkan bagaimana kreativitas anak dapat mengambil inspirasi dari bentuk dan kekayaan budaya Nusantara.
Keterlibatan peserta dari berbagai usia dan daerah, kata Husni, merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni serta membangun penghargaan terhadap keberagaman.
“Kami berharap pameran ini dapat mempererat persaudaraan lintas iman, menumbuhkan apresiasi terhadap seni, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terus berkarya. Perbedaan hendaknya menjadi kekayaan yang memperindah kehidupan bersama,” pungkas Husni Tamrin. ***

