"Hubungan yang terjalin baik antara kedua pihak akan berdampak positif pada kondusivitas wilayah Pamekasan," ujar Jadid.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), Luthfiyadi, menyoroti aspek tata kelola dan penegakan hukum. 

Ia berharap kepemimpinan baru membawa peningkatan transparansi di lingkungan Polres Pamekasan.

Luthfiyadi mendorong kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani persoalan masyarakat. 

Ia juga meminta laporan masyarakat yang belum terselesaikan mendapat perhatian serta dilakukan evaluasi internal secara menyeluruh untuk meningkatkan profesionalisme jajaran kepolisian.

Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), M. Khairul Umam, mengingatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak pidana umum dan narkotika.

Menurut dia, persoalan lingkungan juga perlu mendapat perhatian, salah satunya terkait pengelolaan dan penanganan sampah medis yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Khairul yang juga dosen STAIFA Pamekasan berharap Kapolres mampu memperkuat kesiapan mental dalam menjalankan tugas di Pamekasan

Menurut dia, karakteristik Pamekasan yang dinamis membutuhkan kepemimpinan yang responsif dan mampu beradaptasi dengan berbagai persoalan.

Harapan terhadap pola kemitraan yang setara juga disampaikan Ketua Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), Sujak Lukman.