Ibnu kemudian menutup pandangannya dengan prinsip hidup yang ia pegang.
“Seperti peribahasa atau prinsip hidup saya, kalau sudah melewati hujan dan badai, mengapa harus menggigil karena gerimis?” katanya.
Idealisme dan Realisme Media
Ibnu menyebut perusahaan media hidup di antara dua kepentingan, yaitu idealisme jurnalistik dan realitas bisnis. “Media itu mempunyai idealisme dan realisme,” tuturnya.
Menurut dia, idealisme harus ditempatkan pada produk jurnalistik, sementara realisme diperlukan untuk memastikan perusahaan mampu membayar biaya operasional dan bertahan.
Karena itu, ia mendorong media memiliki pembagian tugas yang semakin jelas. Bagian manajemen fokus membangun sumber pendapatan, sementara redaksi menjaga kualitas produk jurnalistik.
Ia juga menilai organisasi profesi seperti PWRI dapat mengambil peran dalam membangun ekosistem tersebut.
Menurut Ibnu, PWRI tidak cukup hanya menjadi ruang berhimpun wartawan. Organisasi juga dapat membangun jaringan dengan pemerintah dan sektor swasta sekaligus menyediakan ruang bagi anggota untuk mengembangkan karya.
UKW Bukan Barometer
Ibnu turut menyinggung Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurut dia, sertifikat kompetensi menunjukkan bahwa seorang wartawan telah menjalani proses pengujian. Namun, sertifikat bukan akhir dari proses belajar.

