Dalam rencana Sumenep Connect, lima koridor disiapkan untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Koridor pertama, City Heritage, dirancang menghubungkan terminal dengan pusat kota, Keraton Sumenep, Masjid Agung, dan Asta Tinggi. 

Jalur ini diarahkan untuk mempermudah akses ke sejumlah destinasi sejarah dan budaya.

Koridor kedua, Wisata Selatan, menghubungkan terminal dengan wilayah Kecamatan Saronggi, Bluto, dan Pragaan hingga Tugu Keris Pragaan.

Koridor ketiga, Wisata Lombang, dirancang melayani perjalanan dari terminal menuju Kecamatan Gapura, Batang-Batang, hingga Pantai Lombang.

Sementara itu, koridor keempat, Wisata Slopeng, menghubungkan terminal dengan kawasan Pantai Slopeng.

Adapun koridor kelima, Konektivitas Pelabuhan, menghubungkan terminal dan pusat kota dengan kawasan Kalianget hingga Pelabuhan Kalianget. 

Jalur ini diproyeksikan menjadi penghubung transportasi darat dan laut, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah kepulauan Sumenep.

Dadang mengatakan, pembagian koridor tersebut diharapkan memberikan kepastian layanan angkutan umum sekaligus memudahkan masyarakat menjangkau berbagai tujuan.

“Ini yang akan kita lakukan agar ke depan masyarakat bisa menikmati transportasi angkutan yang kepastian, kenyamanan, dan keamanannya bisa dirasakan oleh masyarakat Sumenep,” kata Dadang.