Juhari mendorong pemuda di Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek untuk mengembangkan potensi lokal, mulai dari pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga ekonomi kreatif.

"Anak muda harus berani menciptakan peluang dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah," jelasnya.

Momentum Sumpah Pemuda, dengan demikian, sambung dia, perlu menjadi pengingat bahwa masa depan tidak cukup dibangun melalui slogan. Karakter, kecakapan digital, dan produktivitas harus berjalan beriringan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman.

“Pemuda adalah penentu arah masa depan. Jangan sampai kita begitu sibuk mengejar pengakuan di dunia digital, tetapi lupa membangun kualitas diri. Sebab, masa depan tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang mengenal kita, melainkan oleh seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” pungkas Juhari. ***