dimadura
Beranda Gardu Filosofi Ketupat Madura, Simbol Hubungan Manusia dengan Alam dan Tuhan

Filosofi Ketupat Madura, Simbol Hubungan Manusia dengan Alam dan Tuhan

Filosofi Ketupat Madura, Simbol Hubungan Manusia dengan Alam dan Tuhan (Ilustrasi/Istimewa)

Saat merangkai orong topa’ jhârân, masyarakat Sumenep di Maduda acapkali berniat agar anak-anak yanh memakannya atau orang yang melihatnya dapat mengenal aspek lain dari dirinya, yakni unsur hewan dan tumbuhan dalam diri manusia.


BACA JUGA:


Topa’ toju‘ (ketupat duduk)

Wujud bangun topa’ toju’ berbentuk segi empat dalam ukuran kecil. Disebut topa’ toju’ karena ketika ketupat ini diletakkan seolah terlihat seperti orang sedang duduk.

Filosofi ketupat duduk seringkali dikaitkan dengan transendensi saat manusia sedang bermunajat kepada Sang Khalik:

Toju’ kalabân sèpa’ tor jhumenneng ngaḍhep ḍâ’ Sè Kobâsa makobâssa.

Topa’ Bhâbâng (ketupat persegi tiga)

Jenis ketupat yang satu ini memiliki tiga sisi dengan ujung yang menjuntai ke atas. Tiga sisi tersebut memiliki makna sufistik, yakni Islam, iman, dan ihsan.

Sementara ujung yang menjuntai ke atas bisa dimaknai sebagai jalan manusia kepada Tuhannya (suluk).

Topa’ masaghi empa (ketupat persegi empat)

Dalam ajaran Sunan Kalijaga, anyaman ketupat yang berbentuk persegi empat melambangkan makna laku papat yang dalam bahasa Jawa berarti empat tindakan.

Empat tindakan tersebut antara lain, menahan diri dari ucapan buruk, ajakan hawa nafsu, baik nafsu ammarah maupun nafsu lawwamah, dan segala perbuatan yang dapat merugikan diri manusia.

Topa’ masaghi empa’ juga kerap dimaknai dengan bermakna dalam kalimat pètotor sè sèpa’ atau ator-mator pajeppen (etika tingkah berpitutur yang baik dan sopan).

Topa’ Lobâr (ketupat lebaran)

Lobâr dalam bahasa Madura berarti selesai, rampung atau usai dari suatu hal perbuatan atau habisnya sesuatu barang yang berharga. Sementara dalam bahasa Indonesia, lobâr kerapkali diparafrasekan menjadi kata lebaran.


BACA JUGA:


Jadi, sementara makna yang dapat kita tangkap dari kata topa’ lobâr adalah, bahwa usai sudah bulan puasa Ramadan dan saatnya saling bermaaf-maafan.

Halaman: 1 2 3 4

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan