dimadura
Beranda Okara Gaguridan Ngaji Puisi Bahasa Madura: Dhadha Se Eporak

Ngaji Puisi Bahasa Madura: Dhadha Se Eporak

Uwais & Ghaist, Saat Ngaji Puisi Bahasa Madura di Pusara Sayyid Jemur Buju’ Bagung, Rabu 9 Juli 2024 (Foto: Sc.video on Youtube Rumah Tangga Puisi)

Bait ini menggambarkan dada yang penuh dengan cinta dan kemampuan memaafkan. “Lebbi lonyo” berarti sangat halus, menggambarkan kelembutan hati yang dipenuhi dengan “taresna” atau cinta.

Kelembutan ini diperkuat dengan kemampuan untuk memaafkan, bahkan terhadap mereka yang tidak tahu berterima kasih atau yang telah menyakiti kita (“se ta’ dhapor ka aba’na”).

Ini adalah penggambaran kasih sayang yang tanpa syarat dan pengampunan yang tulus, sebuah kualitas yang sangat dihargai dalam tradisi spiritual dan kemanusiaan.

Bait Ketiga:


Sanajjan saka’dinto, dadhana paggun seppe dhari serro, dhadha se paggun anyo’onnagi / pola badha li’-bali’na dhadhar e budi are

Bait ini memperlihatkan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan oleh cobaan. “Paggun seppe dhari serro” berarti tetap tenang meskipun dalam kesulitan, dan “paggun anyo’onnagi” menunjukkan permohonan yang terus menerus.

Tirta mengajak kita untuk melihat bahwa meskipun dada tersebut penuh dengan luka dan penderitaan, tetap ada harapan untuk masa depan yang lebih baik (“pola bada li’-bali’na”).

Bait ini merupakan refleksi dari entitas kepercayaan bahwa setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan, sebuah konsep yang mendalam dalam banyak tradisi spiritual.

Bait Keempat:


Dhadhana pasera se paggun teggu / sanajjan babaja alengker e yadha’na mata / dhari rengsa rassa sake’ ekaneyaja / sabagiyan bala-tatangga

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan