dimadura
Beranda Gardu Budaya 13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran

13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran

Kolase foto sejumlah momen pelepasan damar korong (Lampion Madura) di beberapa daerah Sumenep. Salah-satu tradisi orang Madura saat momen Lebaran Idulfitri dan Hari Raya Ketupat (Istimewa/Arsip Dimadura)

9. Salèng Amaèn

Salèng amaèn, kata orang Madura, bagi masyarakat Jawa Timur secara umum dikenal dengan istilah halal bihalal atau saling bersilaturrahmi ke rumah para sanak-saudara atau tetangga.

Momen ini menjadi ajang istimewa terutama bagi mereka yang punya kerabat jauh. Sebab, jika tidak di momen lebaran, terutama bagi mereka yang urban kerja atau migrasi keluar kota, akan jarang bertemu dengan sanak-famili mereka yang ada di kampung halamannya.

10. THR-an

Jangankan orang dewasa yang telah bekerja di suatu perusahaan atau instansi; jangankan pedagang atau kuli bangunan; bahkan anak kecil pun kini sudah berani ngomong kepada orangtua, paman, atau bibi mereka, “THR-annya mana, Pa.. Om.. Te..!”

Contoh lain di Kabupaten Sumenep: karena Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abddullah, bagi-bagi amplop setiap tahun untuk jemaah salat tarawih di musala dan masjid secara umum, anak-anak remaja pun kerapkali berburu amplop “THR-an Pak Said” dari musala satu ke musala lainnya.

Lumayan, amplop tersebut berisikan uang mulai yang terkecil Rp 100ribu plus sembako, Rp 200ribu, Rp 300ribu hingga paling besar Rp 400ribu per kepala.

Sebagian anak-anak remaja dan masyarakat Sumenep tetap menyebutnya dengan istilah “THR-an dari Pak Said”, walaupun jelas di amplop itu bertuliskan keterangan, Zakat Mall MH Said Abdullah dengan logo PDI Perjuangan.

11. Ater-ater

Bukan hanya pada hari penting dan bulan bersejarah dalam Islam, tradisi ater-ater atau saling berkirim kue/masakan di kalangan masyarakat Muslim Madura juga lumrah dilakukan pada malam ke-27 bulan Ramadhan serta saat hari lebaran.

Saat halal bihalal, antar keluarga atau sanak famili di 4 Kabupaten di Madura biasanya akan saling bertamu dari rumah tetangga satu ke rumah sanak saudara lainnya sambil membawa oleh-oleh.

Oleh-oleh di hari lebaran ini tidak terikat pada satu nama jenis barang pemberian. Jika pada bulan Safar, orang Madura saling berkirim tajin Safar, maka pada momen lebaran bebas kita hendak memberikan apa kepada orang yang kita kunjungi.

Ada yang bawa baju lebaran, sarung baru, tas, kue, makanan seperti palotan srikoyo, tape ketan, gula pasir, beras, ataulah macam ragam minuman yang ada.

11. Ngangghi’ Orongnga Topa’

Doeloe, …

Halaman: 1 2 3 4 5

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan