dimadura
Beranda Gardu Budaya 13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran

13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran

Kolase foto sejumlah momen pelepasan damar korong (Lampion Madura) di beberapa daerah Sumenep. Salah-satu tradisi orang Madura saat momen Lebaran Idulfitri dan Hari Raya Ketupat (Istimewa/Arsip Dimadura)

selagi aku masih seusia anak SD (antara tahun 1994-1998), pada malam H-3 menjelang lebaran ketupat, kakek, nenek atau emma’ seringkali memanggilku untuk berkumpul di serambi rumah.

Untuk apa? Tidak lain mereka biasanya mengajak serta mengajari kami sesaudara untuk merajut wadah ketupat, ngangghi’ orangngga topa’ kata orang Madura.

Ada banyak jenis wujud ketupat yang mereka ajarkan, diantara yang masih kuingat antara lain; topa’ masèghit, topa’ menara, topa’ toju’, topa’ masaghi empa’, masaghi tello’, dan lain sebagainya.

Topa’ masèghit artinya bangun ketupat tersebut menyerupai bagunan masjid, fungsinya hanya sebagai wahana pembelajaran kreatif yang membutuhkan ketelatenan dan naluri seni yang agak tinggi. Sama dengan topa’ menara, hanya beda panjang bangun. Dari sisi tingkat kesulitan, masing-masing punya kerumitannya sendiri.

Ukuran topa’ toju’ ini bisa dibilang hanya seukuran perut ikan kembung, biasa dimanfaatkan saat kita berhasil menangkap jangkrik di sawah. Cara membuatnya pun cukup mudah dan tidak butuh waktu lama.

Topa’ masaghi empa’ adalah jenis ketupat yang lumrah dibuat dalam jumlah yang banyak. Sebab, selain cara membuatnya cukup mudah, praktis, ukuran ketupat jenis ini dinilai pas untuk kepentingan masakan berbahan pokok ketupat.

12. Atellasan Topa’

Memasak makanan dengan bahan utama ketupat atau lontong merupakan tradisi orang Madura saat menyambut Hari Raya Ketupat, yakni 7 hari setelah lebaran Idulfitri.

Makanan tersebut antara lain seperti kaldu, soto, campor, gado-gado, topa’ orap dan lain sebagainya.

Di sinilah momen dimana antar tetangga dan sanak-saudara saling unjuk kreasi hasil masakan masing-masing lalu saling berkirim antara tetangga yang satu dengan lainnya, antara kerabat dekat dengan kerabat jauh lainnya.

13. Apalessèr

Masih ada sisa makanan tellasan topa’, mereka yang punya waktu luas biasanya akan menyempatkan diri untuk pergi berpiknik atau rekreasi ke pantai; Apalessèr kata orang Madura.

Di sanalah mereka menghabiskan waktu libur lebaran bersama sanak saudara, famili ataulah teman sebelum keesokan harinya sudah harus mulai masuk kerja lagi.***

Halaman: 1 2 3 4 5

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan