dimadura
Beranda Gardu Budaya 13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran

13 Tradisi Wajib Orang Madura saat Momen Lebaran

Kolase foto sejumlah momen pelepasan damar korong (Lampion Madura) di beberapa daerah Sumenep. Salah-satu tradisi orang Madura saat momen Lebaran Idulfitri dan Hari Raya Ketupat (Istimewa/Arsip Dimadura)

Biasanya nabbhu thongthong dipunggawai oleh anak-anak kecil yang baru menginjak usia tamyiz. Mereka tampak cukup bersemangat mengiringi alunan suara takbir dari sang kiai atau si takmir.

Selain alat musik tongtong, tidak jarang kita akan menjumpai juga alat musik sederhana lain seperti ghenḍhâng, ghubhâ, dan alat musik tabuh lainnya.

4. Takbir Alènglèng Kampong

Sembari membawa obor seadanya, iring-iringan para santri dari berbagai musala atau lembaga keagamaan, seringkali menjadi salah-satu hiburan saat malam lebaran Idulfitri.

Baik di pedesaan maupun perkotaan, tradisi takbir keliling masih lestari hingga kini. Ada yang hanya berjalan napak tilas, ada pula yang berbaris beriringan bawa obor plus pengeras suara untuk takbir.

Tetapi sekitar tahun 2009 silam, takbir keliling yang biasanya “alènglèng kampong sambi nyambi obhur”, mulai bergeser menjadi takbir naik pikap atau odong-odong; angkut orang, seperangkat sound system plus pengeras suara.

5. Ngocol Mercon

Bukan hanya anak-anak dan remaja, H-5 lebaran Idulfitri, mereka para ortu di desa-desa di Madura biasanya sudah akan mempersiapkan mercon lebaran, mulai dari ukuran terkecil model rèntèngan hingga yang terbesar seukuran tangki minyak tanah.

Jalan-jalan umum di perkampungan dan jalan trotoar tertentu di perkotaan tampak penuh dengan kertas ledakan mercon; berserakan!

Namun, sejak terjadinya sejumlah peristiwa mengerikan akibat ledakan dahsyat mercon di beberapa daerah di Indonesia, tradisi Ngocol Mercon di Madura saat momen lebaran mulai berangsur punah. Mercon telah banyak menelan korban jiwa.

Selain adanya pengawasan ketat dari aparat yang berwenang, kesadaran masyarakat akan bahaya mercon terutama di kalangan dewasa sedikit demi sedikit mulai terbangun.

Lebaran Idulfitri tahun 2024 ini, hampir tidak ada lagi pesta mercon raksasa sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Toh, mungkin masih ada di beberapa daerah, baik di Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan di wilayah desa pedalaman.

Saat ini anak-anak di Madura lebih suka menyalakan kembang api atau berbagai macam dan model petasan mini yang sudah teruji keamanannya, sehinggapun mudah kita dapati di pinggiran jalan perkotaan maupun di toko-toko pedesaan.

6. Ngocol Dhâmar Korong

Tradisi Ngocol Dhâmar Korong ini boleh dikatakan lebih aman dan bisa dipertahankan daripada harus menjadikan ngocol mercon sebagai tradisi untuk menyemarakkan momen hari raya idulfitri.

Halaman: 1 2 3 4 5

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan