Wartawan tidak diperbolehkan masuk untuk meliput sidak. Salah seorang petugas keamanan, Adji, menyampaikan larangan tersebut. Ketika itu, ia menerima telepon dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Dari sambungan tersebut terdengar ucapan, "Awas, jangan ada yang boleh masuk."

Kami tidak mengetahui siapa penelepon itu, apa kewenangannya, ataupun apa pertimbangan di balik instruksi tersebut. Karena itu, tidak tepat pula menyimpulkan siapa yang mengambil keputusan pembatasan akses. Namun, peristiwa tersebut layak dipertanyakan, terutama karena yang sedang berlangsung adalah kegiatan pengawasan oleh lembaga perwakilan rakyat terhadap persoalan pelayanan publik.

Wartawan akhirnya menunggu di luar. Mereka berencana meminta keterangan langsung dari para anggota Komisi IV DPRD Sumenep setelah sidak selesai.

Masalahnya, ketika sidak diketahui telah berakhir, rombongan Komisi IV ternyata sudah meninggalkan rumah sakit dan disampaikan telah tiba ke kantor DPRD. "Kita sudah di kantor," kata Mulyadi kepada salah seorang dari kami.

Dengan rasa kecewa, kami kemudian menyusul. Bagi kami, wawancara di lokasi akan jauh lebih relevan. Anggota dewan bisa menjelaskan temuan mereka di tempat, sedangkan publik mendapatkan gambaran yang lebih kontekstual tentang hasil pengawasan.

Bejuben isi kepala masing-masing kami. Jurnalis Estoria sempat menyampaikan kekesalannya. "Mengapa rombongan tidak memberi kabar ketika hendak meninggalkan rumah sakit? Mengapa wartawan yang datang setelah menerima informasi dari ketua komisi justru tidak mendapatkan kesempatan menyaksikan proses tersebut?," katanya.

Kami tidak memiliki dasar untuk menyatakan bahwa ada kesengajaan menyembunyikan sesuatu. Namun, rangkaian kejadian itu menimbulkan kesan janggal yang seharusnya bisa dihindari melalui komunikasi terbuka.

Keterbukaan bukan sekadar kemurahan hati pejabat kepada wartawan. Ia merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban publik, terlebih ketika persoalan yang diperiksa menyangkut kematian seorang pasien.

Off the record

Sesampai di kantor DPRD Sumenep, para wartawan akhirnya bertemu dengan Mulyadi dan sejumlah anggota legislatif Komisi IV lainnya. Kami bercakap dan melakukan wawancara.