Dinkes masih merencanakan investigasi

Di tengah kebuntuan informasi tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menyatakan rencana pembentukan tim investigasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan, menyebut Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, sebelumnya menyampaikan rencana melibatkan sejumlah personel dari lingkungan dinas.

"Menurut informasinya Bu Kadis, beliau membuat tim untuk investigasi dari Dinkes termasuk Kabid termasuk tim yang lain untuk dilibatkan," kata Nur Insan, Kamis, 22 Oktober 2026.

Namun, ia belum mengetahui apakah tim tersebut telah resmi dibentuk. Kunjungan ke RS BHC disebut direncanakan berlangsung pekan berikutnya.

"Rencana kunjungan ke RS BHC itu minggu depan, kan ini rencana, bisa cepat bisa saja minggu depan. Tapi setahu saya insyaallah minggu depan," ujarnya.

Pernyataan itu menempatkan Dinkes P2KB dalam sorotan. Ketika DPRD telah melakukan sidak, pemeriksaan teknis dari instansi kesehatan masih menunggu realisasi.

Tentu, pembentukan tim investigasi membutuhkan prosedur dan persiapan. Namun, kepastian mengenai jadwal, ruang lingkup pemeriksaan, serta mekanisme penyampaian hasil seharusnya dapat dijelaskan kepada masyarakat.

Dinkes perlu menerangkan apa yang akan diperiksa, dokumen medis apa yang akan ditelaah sesuai kewenangannya, pihak mana yang akan dimintai keterangan, dan bagaimana hasilnya akan digunakan untuk menentukan tindak lanjut.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, langkah berikutnya juga harus jelas sesuai kewenangan hukum dan ketentuan yang berlaku.