Sejumlah pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan alasan pihak rumah sakit tidak merespons konfirmasi media, pembatasan akses wartawan saat sidak, serta tanggapan manajemen mengenai kematian Dani.
Namun, beberapa keterangan yang diperoleh tidak diperbolehkan untuk ditulis. "Ini off the record. Itu juga off the record," kata Mulyadi.
Kami menghormati kesepakatan jurnalistik mengenai informasi yang benar-benar disampaikan dengan status off the record. Akan tetapi, pengalaman tersebut menunjukkan betapa sulitnya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai proses pengawasan yang semestinya membantu menjernihkan persoalan.
Dalam keterangan yang kemudian disampaikan kepada publik, Mulyadi mengatakan manajemen RS BHC menyebut keluarga korban telah memiliki juru pendamping atau juru bicara, yakni Mahmudi. Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa persoalan dengan keluarga telah mengarah pada perdamaian.
Namun, Mulyadi mengaku tidak mengetahui apakah perdamaian tersebut dituangkan secara tertulis. "Kami tidak tahu apakah perdamaian itu bentuknya tertulis dari BHC ke keluarga korban," ujarnya.
Di sini kondisi menjadi makin rumit. Klaim perdamaian yang disampaikan salah satu pihak tidak otomatis menjawab pertanyaan mengenai pelayanan medis. Kesepakatan antara rumah sakit dan keluarga, jika memang ada, perlu dibedakan dari pemeriksaan mengenai penyebab kematian dan kepatuhan terhadap standar pelayanan.
Perdamaian merupakan persoalan hubungan antara para pihak. Evaluasi medis dan pengawasan terhadap mutu pelayanan merupakan persoalan lain yang tetap memerlukan kejelasan sesuai kewenangan masing-masing.
Karena itu, publik perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan perdamaian tersebut, bagaimana prosesnya berlangsung, dan apakah keluarga telah memperoleh penjelasan yang mereka butuhkan. Semua itu harus dikonfirmasi secara berimbang, bukan disimpulkan dari pernyataan sepihak.
Rumah sakit juga berhak menyampaikan bantahan terhadap dugaan malapraktik. Akan tetapi, bantahan tidak dengan sendirinya menggantikan pemeriksaan yang objektif.
Dalam perkara seperti ini, yang dibutuhkan bukan perlombaan membangun narasi, melainkan proses yang dapat membedakan dugaan, fakta medis, dan kesimpulan yang telah teruji.

