Skip to content
Senin, 16 Maret 2026
News
Tebar Kepedulian Ramadan, NTDC Sumenep Bagikan Takjil Gratis bagi Pengguna Jalan Leburra Abuka Powasa ban Ca-kanca Jurnalis Bintang Sembilan Pamarenta Songennep Masteyagi Jajan Ta’jil Bazar Ramadan 2026 Aman dhari Koman ‎ Settong Fikroh Settong Harokah, NU sareng Pamarenta Songennep Kompak Ngajum Bangsa Program Mudik Gratis 2026 bagi Perantau Jakarta Telah Rampung, Pemkab Sumenep Siapkan 8 Bus
MENU
Hubungi Kami
dimaduradimadura
  • Beranda
  • Tomang
  • Okara
  • Sakèthèng
  • Pangkèng
  • Ghârḍu
  • Congkop
  • Roma
  • Lapak
  • Bubungan
  • Lèbur

Kategori

  • Advertorial
  • Artis
  • Asta
  • Bangkalan
  • Bisnis
  • Bubungan
  • Budaya
  • Buku
  • Carèta
  • Cerpen
  • Congkop
  • Desa
  • Doa
  • Editorial
  • Elektro
  • Esai
  • Fakta Unik
  • Fashion
  • Film
  • Gaguridan
  • Gancaran
  • Gardu
  • Headline
  • Kisah Mistis
  • Kolom
  • Komunitas
  • Konten
  • Kosa Kata
  • Kuliner
  • Lapak
  • Legenda
  • Lembaga
  • Lirik Lagu
  • Manca
  • Materi
  • Nasional
  • Obituari
  • Okara
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pamekasan
  • Pangkèng
  • Pangraja
  • Paramasastra
  • Profil
  • Rental
  • Roma
  • Saketheng
  • Sampang
  • Sastra
  • Sejarah
  • Situs
  • Sumenep
  • Tapalkuda
  • Tareka
  • Tecno
  • Tokoh
  • Tomang
  • Wawancara
  • Wisata
dimaduradimadura
  • Tomang
    • Sumenep
    • Pamekasan
    • Sampang
    • Bangkalan
    • Tapalkuda
    • Editorial
    • Advertorial
    • Nasional
    • Manca
  • Sakèthèng
    • Tareka
    • Soal
    • Doa
    • Buku
    • Materi
  • Pangkèng
    • Sastra
    • Kosa Kata
    • Paramasastra
  • Okara
    • Ghâghuridhân
    • Gancaran
    • Esai
    • Kolom
    • Cerpen
    • Carèta
    • Legenda
  • Ghârḍu
    • Sejarah
    • Wisata
    • Budaya
  • Congkop
    • Profil
    • Tokoh
    • Obituari
    • Situs
    • Asta
    • Pangrajâ
  • Roma
    • Desa
    • Komunitas
    • Lembaga
    • Organisasi
  • Ḍâpor
    • Kuliner
    • Bârung
  • Konten
    • Tecno
    • Elektro
    • Film
    • Otomotif
  • Bubungan
    • Kisah Mistis
    • Fakta Unik
Beranda Gardu Menerka Jejak Zaman Purba di Bukit Kalompek

Menerka Jejak Zaman Purba di Bukit Kalompek

Oleh dimadura - 25 Juli 2024, 16:38
Bagikan:
Ketua TACB Sumenep, Tadjul Arifien R bersama teman karibnya, Moh Saleh SH, pose bersama di situs Batu Cennèng Bukit Kalompek, Dungkek, Selasa tanggal 23 Juli 2024 (Foto: Mazdon/dimadura.id)
Ketua TACB Sumenep, Tadjul Arifien R bersama teman karibnya, Moh Saleh SH, pose bersama di situs Batu Cennèng Bukit Kalompek, Dungkek, Selasa tanggal 23 Juli 2024 (Foto: Mazdon/dimadura.id)

Logo Dimadura.idGARDU SEJARAH, DIMADURA – Dalam menjelajahi jejak peninggalan prasejarah di Nusantara, batu-batu purba sering kali menjadi saksi bisu yang menyimpan berbagai cerita dan misteri.

Batu-batu ini, yang dikenal dengan berbagai istilah seperti batu megalitikum, monolit, atau dolmen, memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan masyarakat purba.

Megalitikum, misalnya, merujuk pada periode zaman batu besar di mana manusia mulai membuat bangunan besar dari batu yang digunakan untuk berbagai keperluan, baik itu upacara keagamaan, tanda peringatan, atau tempat hunian.

Dolmen adalah jenis batu megalitikum yang biasanya terdiri dari beberapa batu besar yang disusun sebagai penopang dan ditutup dengan batu besar lain di atasnya, sering digunakan sebagai kuburan atau tempat pemujaan. Monolit, di sisi lain, adalah batu tunggal besar yang sering kali diukir atau dibentuk untuk keperluan seremonial.

Penelusuran batu purba ini tidak hanya mengungkapkan kehidupan sehari-hari masyarakat masa lalu, tetapi juga memperlihatkan kepercayaan dan nilai-nilai yang mereka anut.


DIMADURA TERBARU

Baca Juga:

Pasar Kebbun Sumenep Jadi Ruang Belajar Englisan Bersama Pcvs

Pasar Kebbun Sumenep Jadi Ruang Belajar Englisan Bersama PCVs

Gambar Ilustrasi Kisah Pilu Pelanggan Jnt Ekspress Sumenep (Istimewa)

Kisah Pilu Pelanggan JNT Express Sumenep

Potret Kantor Cabang Pembantu (Kcp) Bni Sumenep, Yang Beralamat Di Jl. Trunojoyo No.61, Labangseng, Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa Sore Tanggal 23 Juli 2024 (Foto: Mazdon/Dokumen Dimadura.id)

OJK dan BPKP Diminta Turun Tangan ke Madura, Audit Data Kredit Makro dan Mikro BNI Sumenep


Salah satu penemuan yang menarik di Sumenep adalah Batu Cenning Kalompek, sebuah batu yang dihubungkan dengan upacara ritual kepercayaan animisme dan dinamisme. Batu ini diduga digunakan sebagai mediasi atau sarana untuk mengusir makhluk jahat dalam kepercayaan masyarakat setempat.

Penemuan Batu Cenning atau Batu Kennong di Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, dengan ukuran tinggi 1,5 meter, lebar 1,8 meter, dan tebal 1,2 meter ini masih dalam tahap pelacakan dan pengkajian.

Kendala utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan lokal tentang onomastikanya, atau studi tentang nama-nama tempat. Namun, analisis onomatopoeia dari bunyi batu yang mirip dengan suara cenning atau kennong kecil memberi petunjuk bahwa batu ini mungkin pernah digunakan dalam upacara-upacara ritual.

Berikut adalah catatan perjalanan Tadjul Arifien R, seorang budayawan Sumenep, dalam upayanya mengungkap misteri Batu Cenning Kalompek.

PENELUSURAN BATU CENNING KALOMPEK

» Tadjul Arifien R – Budayawan Sumenep

Adanya Bâto Cennèng (baca: Bahasa Madura)—kita sebut saja Batu Cenning atau Batu Kennong—di Lapa Laok Kecamatan Dungkek, dengan tinggi 1,5 meter, lebar 1,8 meter, tebal 1,2 meter, sejenis batu andesit, saat ini masih dalam pelacakan dan pengkajian kami.

Kendalanya yakni agak kesulitan mempelajari tentang onomastika-nya. Karena tidak adanya orang tua-tua lokal yang paham tentang topomini di lokasi tersebut.

Hanya dari sisi onomatopenya bisa dikaji, yakni dengan adanya bunyi yang hampir sama dengan suara cenning atau kennong kecil saat batu tersebut ditabuh menggunakan batu karang kecil.

Berdasarkan literatur yang ada, batu tersebut diduga merupakan salah satu mediasi atau sarana pengusir makhluk jahat dalam upacara ritual kepercayaan animisme dan dinamisme.

Dilihat dari beberapa obyek dan nama lokasi serta benda-benda yang ada di sekitarnya, sepertinya ada beberapa petunjuk bahwa di lokasi sekitar batu cenning ini merupakan hunian pada masa prasejarah.

Mengingat adanya batu-batu sisa prasejarah atau purbakala (megalitikum) yang berserakan di pulau Sepudi dan Dungkek, dimana bentuknya sama dengan batu purba yang ada di Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, tentunya adalah satu area.

Dalam kitab Kakawin Desawarnana, pupuh 6 Wirama 15 Skharini, ada tulisan Suryasengkala berbunyi Seghoro Manggung Bhumi (Laut Melanda Daratan) yang dalam artiannya mengindikasikan bentuk angka menjadi 4 2 1 atau tahun 124 saka, sama dengan tahun 202 masehi.

Di tahun tersebut ada prahara besar semacam gempa bumi yang sangat dahsyat menimpa Nusantara dimana ketika itu terjadi tsunami besar sehingga Pulau Jawa pecah, dan pecahannya menjadi pulau Madura dan pulau-pulau kecil lainnya.

Batu Cenning tersebut masih dalam penelusuran dan pengkajian, sehingga nantinya akan tersingkap misteri purbakala di Sumenep (daratan). Kita awali dari Bukit Kalompek Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Indonesia.

Demikian catatan sementara sejarawan Sumenep, Tadjul Arifien R. Secara sekilas, penelusuran Batu Cenning Kalompek ini telah sedikit membuka tabir sejarah yang terlupakan dari masa lalu, mengingatkan kita pada jejak-jejak prasejarah yang tersebar di Nusantara.

Melalui penelitian ini, kita diajak untuk lebih menghargai dan memahami peninggalan budaya yang menjadi saksi bisu peradaban masa lalu. Meskipun terdapat berbagai kendala, seperti minimnya pengetahuan lokal tentang onomastika, upaya untuk mengungkap makna dan fungsi batu ini terus dilakukan.


Maos Jhughân

Pak D Zawawi Imron Bersama Tadjul Arifien R Dan Beberapa Punggawa Kecamatan Dungkek Melakukan Pengamatan Sementara Terhadap Situs Batu Cennèng Bukit Kalompek, Selasa Siang Tanggal 23 Juli 2024 (Foto: Mazdon/Dimadura.id)

Menelusuri Situs Purba di Bekas Area Wisata Bukit Kalompek

Batu Zaman Megalitik: Bato Beddhil Dan Batu Gong Di Pulau Sepudi. Kolase 2 Foto Hasil Tangkapan Tadjul Arifien R Dan Arif Susanto (Dokumen Dimadura.id)

Asal Usul Suku Madura dari Zaman Megalitik hingga Era Modern

Sejarah Nusantara | Warisan Majapahit Dalam Semangat Kebangsaan, Inspirasi Dari Kakawin Sutasoma (Foto: Istimewa)

Sejarah Nusantara dalam Kakawin Sutasoma

Kolase Lukisan D Zawawi Imron Dengan Gambar Ilustrasi Perang Antara Pasukan Kerajaan Mataram Bersama Voc Melawan Bala Tentara Yang Dipimpin Raden Trunajaya Dan Pangeran Yudonegoro (Sumber: Cover Buku Sejarah Karya Soenarto Hadiwidjojo/Tadjul Arifien R. For Dimadura.id)

Raden Trunajaya: Dari Pemberontakan hingga


Batu Cenning Kalompek bukan hanya sekadar artefak, tetapi juga jendela ke masa lalu yang menawarkan banyak pelajaran berharga. Misteri yang mengelilingi Batu Cenning Kalompek mungkin belum sepenuhnya terungkap, namun setiap langkah dalam penelusuran ini membawa kita lebih dekat pada pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan budaya nenek moyang kita.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk akademisi dan masyarakat lokal, diharapkan penemuan ini dapat memberikan wawasan baru dan memperkaya khazanah sejarah Nusantara. Semoga penelusuran ini bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.***

Post Views: 954

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
AnimismeBato CennèngBatu CenningBukit KalompekCatatan SejarahDinamismeDolmenDungkekGarduJejak SejarahMegalitikumMonolitSejarah DimaduraSumenepTadjul Arifien RZaman Purba
Komentar
Bagikan:
Sebelumnya

Holding Statement Pusat Jadi Alasan Pinca BNI Madura

Selanjutnya

Desainer Interior Korban Kekerasan dan Fitnah, Seret Mantan Suami ke Hukum

Artikel Terkait

Kolase Foto Ilustrasi Perang Berkecamuk antara Belanda yang dikomandani Couper dengan bala tentara pasukan Raden Trunojoyo (Foto: Doc. Dimadura)

Revolusi Pangeran Trunojoyo: Dari Kekejaman Amangkurat I hingga Penolakan Ultimatum Belanda

Cover Buku Perjuangan Rakyat Sumenep 1945-1950 (Sumber: Si Penulis, Tadjul Arifien R./Dokumen dimadura)

Dampak Perjuangan 10 Nopember 1947 di Surabaya

Data Penduduk dan Jejak Sejarah Nama Sumenep (Sumber Foto: BPS Kab. Sumenep/Doc. Dimadura)

Jejak Nama Sumenep, Dari Kitab Pararaton hingga Peran Strategisnya di Madura

OKARA

Foto: ILUSTRASI. Sejarah Hari Perempuan Internasional dimulai di Amerika Serikat. (Istimewa/Doc. Dimadura).
Okara

Merayakan dengan Keberanian: Refleksi Hari Perempuan 2026 dari Ruang Gerak KOPRI

Foto: Noris Sabit Presiden Fakta Foundation bersama 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026, (Ari/Doc. Dimadura).
Kolom

Membaca Rekam Jejak 3 Besar Calon Sekda Sumenep 2026

Merawat "Akar" Simpul Maiyah Damar Ate Sumenep
Komunitas

Merawat “Akar” Simpul Damar Ate

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan
Kolom

Surga Pembangunan dan Lingkungan yang Terabaikan

Kolom

SOAL KASUS JAMBRET JOGJA

SAKÈTHÈNG

Download PDF: Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban

Materi 10 November 2025
Cover 3 Buku Sejarah Madura dan Pesantren

Tiga Buku Ini Merekam Peran Sentral Madura dalam Sejarah dan Pesantren

Buku 19 Oktober 2025
Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Download PDF Materi PAI Kelas 9 Semester I SMP/Sederajat: Meyakini Hari Akhir

Materi 22 September 2025
Momen Foto Bersama Pernikahan di Desa Totosan, Batang-Batang, Sumenep

Musim Nikah, Ini Teks Contoh MC Pernikahan Bahasa Madura

Tareka 14 September 2025

PANGKÈNG

Ilustrasi penyair MH Efendi dengan kutipan sajak reflektif tentang perjuangan hidup dan kesunyian manusia
Sastra

Sajak MH Efendi

Sastra

Membaca Puisi “Rajâ Atè” karya Liwail Amri

Gaguridan

Rajâ Atè: Refleksi Akhir Tahun 2025

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak
Pangkèng

Puisi-puisi Rifky Raya: Tentang Leluhur, Modernitas, dan Kota yang Retak

Gambar Ilustrasi Kosakata Bahasa Madura Acakarbâ (Doc. Dimadura)
Kosa Kata

ACAKARBÂ

ADVERTORIAL
ADVERTORIAL
Launching Kantor PBH Jatim
previous arrow
next arrow

DIMADURA.ID | Ruang bagi orang Madura membaca, menulis, dan bersuara dalam bahasa, budaya, dan kearifan sendiri.

Jalan Raya Gapura, Ds. Buddagan Bangkal No. 41,
Kec. Kota, Sumenep, Madura, Indonesia
Contact: 082333811209

Email: redaksi@dimadura.id atau dimadura99@gmail.com

INFORMASI

  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tarif Kerjasama
Copyright @dimadura.id 2021

Konten Iklan

Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!