Materi yang diberikan diharapkan memperkuat kemampuan peserta dalam menganalisis kebijakan anggaran sekaligus membangun cara pandang kritis terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Koordinator Bidang Fiskal dan Anggaran FAKTA Foundation, Diki Alamsyah, menekankan pentingnya membangun gerakan pemuda yang bertumpu pada pengetahuan, data, dan analisis.
Menurut dia, persoalan pembangunan daerah membutuhkan respons yang terukur, bukan sekadar kritik tanpa dasar.
Sekolah Anggaran 2026 Angkatan IV diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pendidikan organisasi.
FAKTA Foundation menargetkan kegiatan tersebut menjadi ruang kaderisasi untuk melahirkan analis muda yang mampu mengidentifikasi persoalan anggaran, menguji kebijakan, serta menyampaikan rekomendasi berdasarkan kepentingan pumasyarakat.
Melalui pelatihan ini, organisasi tersebut juga mendorong terbentuknya masyarakat sipil yang lebih aktif dalam mengawasi pengelolaan APBD Kabupaten Sumenep.
Prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian utama, terutama agar penggunaan anggaran daerah dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami optimis bahwa dengan semangat kritis, solutif, dan kolaboratif, FAKTA Foundation menempatkan pemuda sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut memastikan setiap rupiah anggaran daerah dipertanggungjawabkan, bukan hanya sebagai pengamat pembangunan," pungkasnya," ***

