SUMENEP, DIMADURA–Rencana Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, mengevaluasi Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) setelah kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani, 22 tahun, belum menunjukkan kkepastian

‎Hampir sebulan sejak santri Pondok Pesantren Annuqayah itu meninggal, pemerintah daerah belum memastikan pembentukan tim maupun jadwal pemeriksaan rumah sakit.

‎Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep, Madura, Jawa Timur Moh. Nur Insan, mengatakan Kepala Dinkes P2KB, drg. Elliya Fardasah, dalam dua hari terakhir berada di Jakarta untuk menghadiri kegiatan kekementerian. 

‎Pihaknya berangkat bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat.

‎“Bu Kadis dua hari kemarin ada di Jakarta menghadiri acara kementerian. Itu ke sana bersama Kabid Kesmas kalau tidak salah,” kata Insan saat dihubungi melalui telepon, Jumat pagi, 30 Oktober 2026.

‎Insan mengaku tidak mengetahui secara terperinci kegiatan yang diikuti atasannya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, agenda tersebut berkaitan dengan laboratorium.

‎Di tengah belum jelasnya tindak lanjut kasus Dani, Insan mengaku sempat menanyakan perkembangan pembentukan tim evaluasi kepada Elliya.

‎Dari komunikasi itu, ia menangkap kemungkinan tugas pemeriksaan RS BHC akan diserahkan kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Anny Nur Farizah. 

‎“Saya sempat bertanya melalui telepon kepada beliau, apakah rencana pembentukan tim itu sudah selesai atau siapa yang ditugaskan datang ke RS BHC. Sepertinya beliau melimpahkan kepada Kabid Yankes,” ujarnya.

‎Bidang Pelayanan Kesehatan, menurut Insan, memiliki lingkup kerja yang berkaitan dengan pelayanan puskesmas dan rumah sakit. Namun, ia belum dapat memastikan apakah penugasan tersebut sudah ditetapkan secara resmi.