Oleh: Soemarda Paranggana

 

OKARA, DIMADURA—Ada lukisan anak yang menarik karena keterampilannya. Ada pula yang menarik karena sesuatu yang lebih sulit dijelaskan. Yaitu, cara anak melihat dunia!

Cover di atas termasuk yang kedua. Lukisan karya Syifa, siswi SDIT Al-Hidayah.

Pada pandangan pertama, kanvas ini tampak seperti gambar tentang sebuah kota. Musala di kiri, gedung Bank BPRS Bhakti Sumekar di tengah, sekolah di kanan, keluarga di bagian depan, bendera Merah Putih, pepohonan dan dua tempat sampah.

Warna merah mendominasi hampir seluruh bidang. Bangunan-bangunan berdiri besar, tegak, dan relatif bersih dari gangguan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, jika lukisan ini dibaca lebih lama, ia berhenti menjadi sekadar gambar lingkungan. Ia berubah menjadi sebuah gagasan tentang Sumenep dan, di titik itulah, keberadaan Bank BPRS Bhakti Sumekar menjadi jauh lebih menarik dibaca sebagai bukan objek arsitektur.

 

Gedung Bhakti Sumekar di Pusat Lukisan

Dalam struktur lukisannya, Syifa meletakkan gedung BPRS Bhakti Sumekar di titik pusat pembacaan. Melihatnya, kita seolah sedang diajak mengenal makna Bhakti Sumekar sebagai beban simbolik yang menarik.