Kota yang Belum Mengenal Konflik
Ini yang membedakan Syifa secara mendasar dari Hendra Gunawan.
Hendra membawa kehidupan rakyat ke dalam kanvas bersama segala gerak, kerumunan, kerja, kelelahan dan kelembutannya. Syifa justru mengambil kehidupan yang telah disederhanakan menjadi simbol-simbol yang harmonis.
Hendra melukis rakyat yang hidup. Sementara, Syifa melukis masyarakat yang diharapkan hidup dengan baik.
Karena itu, figur-figurnya berdiri dengan tenang. Bangunan-bangunan tegak tanpa persoalan. Tempat sampah tersedia. Sekolah ada. Musala ada. Bank ada. Bendera berkibar.
Tidak ada yang sedang berkonflik dengan yang lain. Maka seorang kritikus mungkin akan mengatakan: "Kota ini terlalu baik untuk menjadi kenyataan".
Tetapi bukankah di situlah dunia anak bekerja?
Ia belum selalu melihat masyarakat sebagai pertarungan kepentingan. Ia melihatnya sebagai sesuatu yang seharusnya tertib.
Dan, seorang seniman sering kali memulai perjalanan justru dari sana. Dari jarak antara dunia yang ada dan dunia yang ia inginkan.

