Pada Rabu, 4 November 2026, dia meminta pertemuan langsung di kediamannya pada pukul 21.00 WIB.
"Siang mas. Sy mau menggunakan hak jaeab saya. Besok malam ya di rumah sy jam 21.00. Mohon maaf,, lebih enak ketemu langsung. Yg anda permasalahan itu pada saat sy jd bendahara. Ada nama istri sy anda sebut dengan nama lengkap nya. Dan ada bbrp nama lain yg anda sebut juga. Jadi semua minta hak jawab," tulisnya.
Redaksi menawarkan pertemuan lebih awal, pukul 19.00 WIB. Namun, Bahaun tetap meminta waktu pukul 21.00 WIB karena kesibukan pekerjaannya. Dia juga menyatakan akan menyiapkan surat resmi hak jawab.
Redaksi kemudian menawarkan agar surat tersebut dikirim melalui surat elektronik resmi dimadura.id. Hingga Sabtu, 7 November 2026, surat yang dijanjikan belum diterima.
Konfirmasi lanjutan pada Jumat, 6 November 2026, juga belum mendapat tanggapan.
**Pergantian Pengurus dan Selisih Saldo**
Penelusuran dimadura.id menemukan perubahan susunan pengurus paguyuban pada Mei 2024.
Sebelumnya, Tio menjabat ketua, Sutikno sebagai sekretaris, dan Mashuri sebagai bendahara.
Setelah pergantian, posisi ketua ditempati Shobiis Asror, sekretaris dijabat Aji, sedangkan bendahara dipercayakan kepada Wajaj Bahaun.
Menurut Adiyatma Nitisaputra, warga yang mempersoalkan pengelolaan kas, pergantian tersebut disertai penyerahan buku kas dan keuangan dari pengurus lama kepada pengurus baru.

