Entry Lesmana kembali menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan internal warga dan paguyuban. 

Dia mengaku tidak ingin nama Perumahan Grand Symphony ikut terseret dalam polemik.

"Sebenarnya tidak ada masalah ke saya, karena itu urusan warga dan paguyuban. Saya hanya tidak enak karena dalam pemberitaan ada label perumahan Grand Symphony, itu saja," tandas Entry.

Rencana pertemuan warga dengan pengurus paguyuban pada Minggu malam, 8 November 2026, menjadi kesempatan untuk membuka persoalan yang selama ini belum tuntas. 

Terutama mengenai selisih saldo, penyerahan keuangan antarpengurus, transaksi lintas rekening, serta pertanggungjawaban penggunaan dana kas warga.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah pertanyaan tersebut masih menunggu penjelasan dari pihak paguyuban dan mantan bendahara. ***