Di luar transaksi tersebut, warga juga mempertanyakan perbedaan saldo saat pergantian kepengurusan.
Adi menyebut buku kas tahun 2024 mencatat saldo lebih dari Rp19 juta. Namun, saldo yang tercantum dalam pencatatan bendahara baru hanya Rp8.650.000.
"Perlu dicek ulang saldo dari pengurus lama ke pengurus baru Rp19 juta lebih dan ada di catatan buku kas. Tapi ternyata saldo yang tertera di bendahara baru sebanyak Rp8.650.000," tutur Adi kepada wartawan, Sabtu, 7 November 2026.
Perbedaan tersebut, menurut Adi, perlu dijelaskan melalui pemeriksaan bersama terhadap dokumen keuangan.
Dia menilai laporan yang diberikan kepada warga belum menguraikan secara terperinci pemasukan dan pengeluaran setiap bulan.
Warga, kata dia, membutuhkan rincian biaya operasional, termasuk jumlah dan besaran gaji penjaga perumahan, petugas kebersihan, serta pengeluaran lainnya.
Setiap penggunaan dana semestinya disertai bukti pembayaran.
"Semestinya warga perlu laporan keuangan dan baru kemarin diberi laporan dan tidak terinci detail, apa saja pengeluaran setiap bulan berjalan. Misal, gaji penjaga berapa orang dan rinciannya. Gaji pembuang sampah berapa dan pengeluaran yang lain dengan bukti kwitansi dan bon," ujar Adi, warga Blok Cendana Mulya tersebut.
Sebelumnya, persoalan ini juga berkaitan dengan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas paguyuban selama Juni 2024 hingga Mei 2026.
Sejumlah transaksi dan pengeluaran masih membutuhkan penjelasan dari pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.

