Ia pernah mengajar di INSTIK An-Nuqayah pada 2014–2016 dan sejak 2015 menjadi dosen UIN Madura.
Di luar kampus, ia pernah menjadi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pakong (2016–2018), Wakil Ketua Tanfiziyah Pengurus Ranting NU Desa Mandala (2019–2024), serta Ketua BUMDes Desa Mandala sejak 2018.
Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua PAC Pergunu Kecamatan Rubaru (2020–2025) dan Ketua Forum BUMDes Kecamatan Rubaru (2020–2025).
Ada kampus dan ada desa. Ada buku dan ada organisasi. Ada teori dan ada praktik. Dua dunia yang sering dipisahkan, dalam perjalanan Suaidi justru saling berkelindan.
Keluarga sebagai Rumah
Di balik perjalanan itu ada keluarga.
Pasangan hidupnya, Abdatil Bathinah, S.Pd.I., menjadi bagian dari kehidupan keluarga Suaidi. Mereka memiliki dua anak, Abdullah Faqih Zain dan Malika Alfin Nadhifa.
Tetapi sebelum menjadi ayah, dosen, penulis, dan doktor, ia adalah anak dari Syafi’ie (alm.) dan Hj. Yasirah. Ia juga saudara dari Suaidah, S.Pd.I., dan Faizin Syafiie, S.Pd.
Keluarga adalah bagian yang sering hilang dari riwayat akademik. Padahal di sanalah seorang manusia memperoleh bentuk paling awal dari dirinya.

