Mengapa Allah memilih saya? Saya bukan wartawan nasional. Saya bukan berasal dari kota besar. Saya hanyalah seorang jurnalis daerah yang setiap hari bertugas di Kabupaten Sumenep, sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura.
Tetapi Allah menunjukkan bahwa kesempatan tidak ditentukan oleh tempat seseorang berasal. Allah melihat niat, kesungguhan, dan usaha setiap hamba-Nya.
Karena itu, jika ada satu pesan yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman wartawan daerah, bahkan kepada siapa pun yang memiliki cita-cita menjadi petugas haji, jangan pernah merasa minder. Jangan pernah berpikir bahwa kesempatan itu hanya milik orang-orang tertentu.
Saya adalah bukti bahwa seorang wartawan daerah pun dapat dipercaya menjadi bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji.
Jika Allah berkehendak, jalan itu akan dibuka. Persiapkan diri sebaik mungkin. Belajarlah. Jaga kesehatan. Perkuat kemampuan. Dan yang paling penting, luruskan niat untuk melayani tamu-tamu Allah, bukan untuk mengejar kebanggaan.
Pada akhirnya saya memahami satu hal. Menjadi petugas haji bukanlah tentang seragam yang dikenakan, kartu identitas yang digantung di dada, atau kesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci. Semua itu hanyalah fasilitas.
Hakikatnya, menjadi petugas haji adalah tentang keikhlasan melayani. Tentang bagaimana kita mendahulukan kepentingan jemaah daripada kepentingan pribadi. Tentang bagaimana kita tetap tersenyum ketika lelah, tetap berjalan ketika kaki terasa berat, dan tetap bertahan ketika hati sedang diuji.
Di akhir tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kedua orang tua saya Hj. Nor Hayati dan H. Mundari yang tidak pernah berhenti mendoakan. Kepada istri Rela Al-Hikmahillah dan anak-anak Fatimah Az-Zahra dan Mohammad Abrizam Manaf yang dengan ikhlas merelakan saya bertugas jauh dari rumah.
Kepada keluarga besar, para sahabat, rekan-rekan jurnalis di Kabupaten Sumenep, keluarga besar TV9 Nusantara, Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Jurnalis Bintang Sembilan (JB9) Kabupaten Sumenep, serta seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, khususnya Tusi Media Center Haji, yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan luar biasa ini.
Bagi saya, menjadi Petugas Haji PPIH Arab Saudi Tahun 2026 bukan sekadar pengalaman kerja. Ini adalah perjalanan hidup yang membentuk cara saya memandang pengabdian, kesabaran, dan pertolongan Allah SWT.
