Dari ujung sambungan, saya mendapat informasi yang sama sekali tidak saya duga. Saya diminta mendaftarkan diri sebagai calon petugas haji pada Tusi Media Center Haji.

Saya sempat terdiam.

"Benarkah saya?" pertanyaan itu terus berputar di kepala.

Saya hanyalah wartawan daerah. Bertugas di Sumenep. Tidak bekerja di ibu kota. Tidak setiap hari bertemu pejabat pusat. Rasanya kesempatan itu begitu jauh dari jangkauan saya.

Namun kesempatan itu benar-benar datang.

Telepon itu tak langsung saya jawab “ya”. Saya meminta izin untuk berkonsultasi dengan ibu dan istri perihal tawaran itu.

Setelah menelepon dua orang yang paling saya sayangi, saya mendapatkan dukungan dan doa dari keduanya. Saat itulah semangat mulai tumbuh. Saya pun segera menghubungi kembali koordinator liputan TV9 untuk menyatakan kesiapan mendaftar.

Tanpa berpikir panjang, saya mulai menyiapkan seluruh persyaratan administrasi. Berkas demi berkas saya lengkapi. Semua proses saya jalani dengan sungguh-sungguh. Di dalam hati, saya hanya berniat mencoba. Soal hasil, saya serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Tahapan seleksi berlangsung di Jakarta.

Di sinilah ujian pertama dimulai.