Setelah dinyatakan lulus, saya mengikuti pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Saya mulai bertemu dengan ratusan calon petugas dari berbagai daerah di Indonesia. Ada dokter, perawat, pembimbing ibadah, petugas transportasi, petugas perlindungan jemaah, petugas akomodasi, hingga rekan-rekan Media Center Haji.
Di sanalah saya menyadari bahwa kami semua datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: melayani tamu-tamu Allah.
Pelatihan berlangsung padat.
Fisik diuji.
Mental diuji.
Disiplin diuji.
Setiap hari dipenuhi materi pelayanan, simulasi lapangan, koordinasi, hingga berbagai pembekalan teknis.
Di tengah padatnya kegiatan itu, ujian kembali datang. Telepon genggam yang menjadi alat kerja utama saya tiba-tiba terjatuh hingga rusak. Padahal hampir seluruh komunikasi, materi pelatihan, dan koordinasi dilakukan melalui perangkat tersebut.
Sempat muncul rasa panik. Namun saya kembali mencoba tenang. Setelah mencari tempat servis, alhamdulillah telepon itu berhasil diperbaiki dalam waktu satu hari.
Saya kembali melanjutkan pelatihan.
