Jika suatu hari nanti ada yang bertanya, “apa pengalaman paling berharga dalam hidupmu?”
Saya akan menjawab dengan penuh keyakinan, “menjadi petugas haji!”
Karena dari perjalanan itulah saya benar-benar memahami makna firman Allah: “Min haitsu la yahtasib.” Allah memberi rezeki, kesempatan, dan kemuliaan dari arah yang tidak pernah disangka-sangka.
Dan saya menjadi saksi bahwa janji Allah itu benar adanya.
Penutup: Ternyata Allah Sedang Menyiapkan Jalan
Hingga hari ini, ketika saya menuliskan kembali seluruh perjalanan itu, terkadang saya masih sulit percaya bahwa semua benar-benar telah terjadi.
Saya masih ingat bagaimana saya memulai semuanya sebagai seorang wartawan daerah di Kabupaten Sumenep. Setiap hari berangkat pagi, pulang malam, mengejar narasumber, menulis berita, lalu kembali mengulang rutinitas yang sama keesokan harinya. Kehidupan yang sederhana, tetapi saya syukuri sepenuh hati.
Tidak pernah sedikit pun saya membayangkan akan berdiri di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Madinah menyambut ribuan jemaah haji Indonesia. Tidak pernah saya membayangkan akan berada di tengah jutaan manusia di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sambil memikul amanah sebagai petugas haji. Bahkan saya juga tidak pernah membayangkan dapat melaksanakan ibadah haji di tengah tugas melayani tamu-tamu Allah.
Semua terasa seperti mimpi.
Namun justru dari perjalanan itu saya belajar bahwa Allah sering kali bekerja dengan cara yang tidak mampu dipahami oleh manusia.
