Ketika saya sedang sibuk bekerja sebagai wartawan daerah, ternyata Allah sedang menyiapkan jalan lain.

Ketika saya sedang diuji dengan anak yang sakit, ternyata Allah sedang menguji kesabaran saya.

Ketika telepon genggam saya rusak saat pelatihan, ternyata Allah sedang mengajarkan agar saya tidak mudah panik.

Ketika istri saya mengalami kecelakaan saat saya bertugas di Tanah Suci, Allah kembali mengingatkan bahwa tidak semua persoalan dapat kita selesaikan dengan tenaga dan kemampuan sendiri. Ada saatnya seorang hamba hanya mampu mengangkat kedua tangannya dan berkata, “ya Allah, aku titipkan semuanya kepada-Mu.”

Dan ternyata, doa memang memiliki kekuatan yang luar biasa.

Kini, saya memahami bahwa menjadi petugas haji bukan hanya tentang melayani jemaah. Lebih dari itu, Allah sedang mendidik saya menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, lebih kuat, dan lebih mampu berserah diri.

Saya juga belajar bahwa pekerjaan apa pun dapat menjadi jalan menuju keberkahan apabila diniatkan sebagai ibadah.

Saya hanyalah seorang wartawan. Tetapi profesi itulah yang mengantarkan saya bertemu dengan kesempatan yang luar biasa.

Karena itu, saya ingin berpesan kepada siapa pun yang membaca kisah ini. Jangan pernah meremehkan profesi yang sedang Anda jalani hari ini.

Jangan pernah merasa kecil karena bekerja di daerah. Jangan pernah minder karena berasal dari kota yang jauh dari pusat pemerintahan. Sebab Allah tidak melihat dari mana seseorang berasal. Allah melihat hati, kesungguhan, kejujuran, dan usaha hamba-Nya.