Ia menyebut, perpindahan Jokowi dari PDIP ke PSI sebagai sesuatu yang lumrah dalam demokrasi.
"Dulu beliau adalah kader PDIP, sekarang berpindah menjadi kader PSI, sesuatu yang biasa saja," katanya.
Dilihat dari pernyataan itu, Golkar tampaknya memahami satu hal. Bahwa dalam politik Indonesia, memusuhi figur dengan pengaruh elektoral besar bukanlah investasi politik yang bijak.
Sementara itu, Gerindra tampaknya lebih berhati-hati. Partai pemenang ini sepertinya memilih menunggu peta kekuatan benar-benar terlihat, sebelum kemudian menentukan posisi.
Sebagaimana dilansir Detik.com, Rabu (1/7/2026), Juru Bicara Gerindra Bahtra Banong menegaskan, bahwa partainya memilih fokus pada pemerintahan Prabowo. "Pemilu masih lama, kita concern dulu lah bekerja untuk rakyat," katanya.
Pernyataan itu terdengar normatif. Tetapi dalam politik, diam sering kali merupakan strategi.
Teka-teki Bernama PDIP
Jika ada partai yang paling sulit dibaca saat ini, jawabannya adalah PDIP. Mereka tidak berada di pemerintahan. Tetapi juga tidak sepenuhnya berada di luar pemerintahan.
Mereka menyebut dirinya penyeimbang. Masalahnya, politik tidak terlalu ramah terhadap wilayah abu-abu.
Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid meminta PDIP menentukan sikap secara tegas. "Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu," ucapnya, sebagaimana dilansir Detik.com, Kamis (18/6/2026),

