Bahkan putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, beberapa waktu lalu terlihat mengunjungi kediaman Jokowi di Solo.

Namun demikian, politik memiliki hukum yang hampir selalu berulang. Hubungan antara pendahulu dan penerus, biasanya berjalan harmonis selama kepentingan keduanya masih bertemu.

Persoalan mulai muncul ketika suksesi berikutnya mulai mendekat. Di titik inilah, pertanyaan besar mulai relevan diajukan:

- Apakah Gibran pada akhirnya akan menjadi penerus politik Prabowo?

- Ataukah ia akan tetap menjadi penerus politik Jokowi?

- Apakah PSI kelak akan menjadi bagian dari arsitektur kekuasaan Prabowo?

- Ataukah justru menjadi pusat gravitasi baru yang berdiri sendiri?

Jawaban atas pertanyaan itu mungkin belum tersedia hari ini. Tetapi politik, selalu memberikan petunjuk jauh sebelum memberikan jawaban.

Dan mungkin, safari Jokowi adalah salah satu petunjuk paling penting yang sedang diberikan kepada publik saat ini.

Sebab dalam politik Indonesia, pensiun sering kali hanyalah istilah administratif. Bukan istilah kekuasaan. Selebihnya, wallahu a'lam!
***