dimadura.id
Breaking News
Pemkab Sumenep Tentukan Syarat Pengangkatan Kepsek Definitif Prabowo Tunjuk Sudaryono Gantikan Nanik S Deyang Babak Baru Perseteruan PB PGRI: Putusan PT TUN versus Surat Tersangka Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN, Benarkah? Pemkab Sumenep Terapkan Strategi Baru Percepatan Pelunasan PBB Perdesaan dan Perkotaan

Tekan ENTER untuk mencari

Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis

R
Redaksi Sabtu, 13 Juli 2024 | 19:40 WIB
Keindahan Pantun Madura, Mulai Pantun Kena Mental hingga Jenis Pantun Puitis

Foto: Dokumentasi dimadura.id

Logo dimadura.idSASTRA DIMADURA - Pantun Madura merupakan salah satu bentuk seni berpuisi yang sarat dengan nilai-nilai kebudayaan lokal.

Dari pantun yang berisi nasehat hingga yang menyentuh hati, pantun-pantun yang bakal kami sajikan ini memiliki cara unik dalam mengkomunikasikan pesan-pesan penting.


BACA JUGA:


Berikut adalah berbagai jenis pantun Madura beserta artinya dalam bahasa Indonesia, mulai dari jenis pantun kena mental, pantun hati-hati di jalan, pantun nasehat, hingga pantun puitis.

A. Pantun Bahasa Madura Kena Mental (2 Baris)

Pantun kena mental dalam bahasa Madura biasanya berupa pribahasa dengan kalimat personifikasi atau ironi.

Pantun jenis ini sering digunakan untuk memberikan sindiran halus atau mengingatkan seseorang dengan cara yang bijak tapi agak menggelitik. Berikut contohnya:

Contoh 1:

"Ghâludhuk jhâng ranyèngan, ojhân ta' ojhân."

Arti: Hanya angin bertiup kencang, hujan tak kan turun

Maksud: Pantun di atas biasanya diucapkan kepada seseorang yang banyak omong tapi omongannya tidak terbukti.


BACA JUGA:

Potret Jantung Kota Pamekasan, Arek Lancor (Foto: Istimewa)

Catatan Seorang Jurnalis: Kegagalan Data Sosial, Ironi Kesejahteraan Pamekasan


Contoh 2:

"Mon amèmpè jhâ' ghi-tèngghi, mon ghâgghâr mè' lajhu mèrcat."

Arti: Kalau ngimpi jangan ketinggian, awas jatuh kau kualat

Maksud: Pantun ini untuk menyindir seseorang yang selalu berbicara dengan topik di luar batas kemampuannya. Jika kita mengucapkannya, dijamin orang tersebut akan berpikir dua kali untuk menyombongkan diri lagi.

Contoh 3:

"Bânnya' caca, bânnya' sala."

Arti: Banyak bicara, banyak salah

Maksud: Terlalu banyak berbicara bisa menimbulkan banyak masalah, bahwa manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Ingat kata-kata bijak, "diam berharga, bicara tidak sia-sia".

Contoh 4:

"Tè-ngatè mon e'-naè'ana, bilâ labu tèya kèya sè sala."

Arti: Hati-hati ketika memanjat, nanti jatuh saya juga yang salah

Maksud: Jangan terlalu percaya diri, bisa berakibat buruk terhadap orang yang ada di dekatnya.


BACA JUGA:

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Sosial di Gedung Pascasarjana UNMER Malang, Jumat (12/7). (Foto: Sumenepkab for dimadura.id)

Raih Predikat Cumlaude Program Doktor Ilmu Sosial, Berikut Jenjang Karir dan Riwayat Pendidikan Bupati Sumenep


Contoh 5:

"Mon la angèn bhârât è adâ', biyâsana ta' kèra ghâgghâr ojhân."

Arti: Kalau sudah kencang anginnya, biasanya tidak akan turun hujan

Maksud: Jika sombong di awal, pasti akan kecewa di akhir.

B. Pantun Madura Hati-hati di Jalan

Pantun ini memberikan pesan agar selalu berhati-hati dalam perjalanan, baik di jalan umum maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1:

"Mangkat bungkol, mole bungkol"

Arti: Berangkat utuh, pulang utuh. Maksudnya adalah, hati-hati di jalan hingga sampai tujuan dan pulang kembali dalam keadaan selamat.

Kata-kata "mangkat bungkol mole bungkol" ini termasuk pribahasa Madura yang menyiratkan pesan agar berhati-hati atau waspada selama dalam perjalanan dan selama ada di perantauan.

Contoh 2:

"Mon ajhâlân jhâ' adânga' mè' tatandung, jhâ' nondu' mè' taghentos"

Arti: Kalau berjalan jangan melihat ke atas awas kesandung, tapi juga jangan selalu menunduk, khawatir kejedot ke tembok.

Contoh 3:

"Sènga' tè-ngatè è jhâlân, bânnya' bhilughân"

Arti: Ingat hati-hati, dalam perjalanan ada banyak kelokan.

Kata-kata ini menyiratkan pesan agar tidak hanya hati-hati selama dalam perjalanan, tetapi juga dalam menempuh kehidupan; bahwa di depan kita pasti akan berpapasan dengan banyak rintangan dan halangan sebagai ujian atas kegigihan dan tekad yang kita miliki.

Contoh 4:

"Aèng songay aghili ta' laju loros, dâri onjhur ka olo bannya' bâto bân bu-rombu"

Arti: Air sungai mengalir bukan lantas mulur mengalir, dari hulu ke hilir banyak batu yang harus dilewati, banyak sampah yang harus dilalui.


BACA JUGA:

Keindahan Akuarium Glowfish: Dunia Bawah Air yang Menawan


 

Contoh 5:

"Sajân tèngghi perrèng tombu, sajân bhârât angèn sè nambu"

Arti: Semakin tinggi bambu tumbuh, semakin kencang angin menerpa; bahwa semakin kita beranjak ke atas, semakin besar cobaan yang akan menguji kita.

Kata-kata berupa pantun dua baris (u-u) tersebut juga mengisyaratkan agar kita senantiasa berhati-hati dalam segala situasi.

C. Contoh Pantun Nasehat Bahasa Madura

Pantun nasehat bahasa Madura banyak digunakan oleh orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya.

Contoh 1:

Aèng ta' kèra aombâ' mon ta' èghumbek Orèng ta' kèra aonga' mon abâ' ta' calonga'

Arti: Seperti air yang mengalir, ia tidak akan berombak jika tidak kita obok. Demikian orang juga tidak akan bertingkah buruk jika kita bersikap baik. Hidup akan damai jika saling menghargai.

Contoh 2:

Acaca jhâ' ghi-tèngghi, Manna tombu sèpat dhengghi

Arti: Berbicara jangan terlalu meninggikan diri, awas tumbuh sifat dengki dalam hati. Kalau berbicara jangan terlalu kepedean, sombong bisa membawa malapetaka kepada diri sendiri.

Contoh 3:

Bhângo' neng-ngennengnga, ètèmbhâng acaca dhâddhi salana

Arti: Lebih baik diam saja, daripada bersuara malah jadi masalah


BACA JUGA:
Potret kegiatan

KKN UNIJA Sumenep Angkat Isu Kekerasan Seksual di Desa Pabian


 

Contoh 4:

Tasè' dâlem jhung dâlemman Langngè' tèngghi jhung tèngghiyân Andhep asor ka sè towa'an Rassa panèser ka sè ngodâ'ân

Arti: Sopan santun dalam bersikap dan berbicara. Berbicara dengan baik, jangan menyakiti orang lain. Lebih baik berkata benar walaupun pahit hasilnya. Lebih baik jujur meskipun sulit.

Contoh 5:

Dhinaèn lobâng è dâdâna Bâddhâna orèng atèngka sala Ongghuna orèng sè la-nyala Pareppa'na khèlap ka abâ'na

Arti: Sisakan lubang dalam dada, sebagai wadah orang berbuat salah. Sesungguhnya dia yang usil atau suka jahil, terkadang karena sedang khilaf atas dirinya sendiri.

Maksudnya, kita dianjurkan untuk hidup dengan hati lapang tanpa membenci. Senantiasa berlapang dada dalam hidup, jangan benci kepada sesama.

D. Pantun Bahasa Madura Jenis Puisi

Pantun ini menunjukkan keindahan bahasa dan seni berpuisi dalam bahasa Madura. Mengarang pantun jenis puisi 4 baris maupun yang 2 baris, kita bisa merangkai kata-kata bahasa Madura dengan cara terlebih dahulu menentukan dua baris isi pantun, atau dua baris sampirannya.


BACA JUGA:

Potret Kepala BAPPEDA Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.Tp., M.Si, saat memberikan sambutan usai menerima gelar Doktor dan predikat Cumlaude di Universitas Merdeka, Malang. (Foto: Istimewa)

Setara Prestasi Akademik Bupati Sumenep, Kabappeda Arif Firmanto Raih Cumlaude Studi Doktor Ilmu Sosial


Bayangkan sesuatu yang indah dan bermakna, lalu mulailah meletakkan pikiran itu menjadi sebuah rangkaian kata-kata. Beberapa contoh pantun jenis puisi karya Soemarda Paranggana di bawah ini mungkin bisa menjadi inspirasi.

Pantun Puitis 4 Baris:

Contoh 1:

Angèn alèmbây maghuli dâun Dâun akobâ' ka sampèyan Rèng alèm sedhâ toron andârun Kobhurânna ro'om asarendemman

Arti: Angin berhembus pelan menggerakkan daun/ membawa harum untuk Anda sekalian/ Orang alim wafat turun cahaya andarun/ Kuburnya harum semerbak wewangian.

Maksudnya, bahwa kehidupan yang dijalani dengan hati yang tenang akan penuh dengan keindahan. Demikian orang yang sabar dan jujur dalam menjalani kehidupan, ia akan senantiasa tenang di dunia maupun di alam kubur.

Contoh 2:

Sombher mancor aèng sè bhennèng Aghiliyâ kalabân pagghun ngocèrnang Torot dhina cacana orèng ngarènnèng Jâgâ atèna ajjhâ' kantos noro' mornang

Arti: Sumber memancarkan air yang bening. Mengalirlah tetap dalam keadaan hening. Biarkan omongan orang bikin pedih bergemerincing. Tetap jagalah hati jangan sampai ikut bergeming.

Pantun Puitis 2 Baris


BACA JUGA: 


Contoh 1:

Akadhiyâ cajhâ bulân pornama Sonarra mellok tèra' sakobhengnga

Arti: Seperti sinar bulan purnama, cahayanya menerangi alam sekitar. Ucapkan pantun ini untuk suatu keadaan yang mampu menjadikan malam yang kelam menjadi keadaan yang penuh dengan cahaya benderang; cahayamu menerangi kegelapan.

Contoh 2:

Massa' buwâna pao è tanèyan Ro'omma dhâpa' ka lân-jhâlân

Arti: Bunga mangga di halaman, harumnya hingga ke jalan. Pantun puitis tentang suatu keindahan yang bisa dirasakan oleh banyak orang.

Contoh 5:

È nga'-tengnga'anna ghunong seppè parana Tombu sèttong ka'-bhungka'an cè' naongnga

Arti: Di tengah gunung yang sepi, ada pohon besar yang rindang. Ketentraman dalam keheningan. Ketenangan dalam lindungan.***

Editor: Admin
1 2 3 4 5 6 7 Semua
Iklan
Iklan