Pertanyaan lain menyasar masyarakat sipil Sumenep. Sejauh informasi yang tersedia bagi redaksi, belum tampak gerakan publik yang luas dari kelompok aktivis dan organisasi kemahasiswaan untuk mendorong kejelasan perkara Dani.

Ketiadaan aksi terbuka tidak otomatis berarti mereka diam, apalagi terlibat dalam pengondisian. Bisa saja ada komunikasi, pengumpulan informasi, atau pertimbangan lain yang belum diketahui.

Namun, kematian seorang pemuda dan pertanyaan keluarganya merupakan perkara yang layak mendapat perhatian masyarakat sipil.

Aktivis hukum dapat mendorong pemeriksaan yang independen. Organisasi mahasiswa dapat meminta transparansi tanpa menghakimi tenaga medis. Kelompok masyarakat dapat mengawal hak keluarga tanpa menyebarkan tuduhan yang belum terbukti.

Mereka tidak harus berunjuk rasa untuk menunjukkan kepedulian. Tetapi kesunyian yang berkepanjangan patut mengundang pertanyaan tentang seberapa kuat masyarakat sipil mengawal persoalan pelayanan publik di daerahnya sendiri.

Jangan sampai keberanian bersuara hanya muncul ketika perkara sesuai dengan kepentingan kelompok. Jangan pula setiap kematian dijadikan panggung politik.

Yang dibutuhkan Dani bukan kerumunan yang paling keras berteriak. Yang dibutuhkan keluarganya adalah dukungan agar pertanyaan mereka tidak dibiarkan menguap.

Konspirasi atau Sekadar Kecurigaan?

Kata konspirasi memang menggedor. Ia menyiratkan kemungkinan adanya beberapa pihak yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan tersembunyi. Namun, dugaan tentang pertemuan, kedekatan, atau perubahan sikap keluarga belum cukup untuk membuktikan hal itu.

Karena itu, judul ini harus dibaca sebagai pertanyaan editorial tentang kemungkinan pengondisian, bukan sebagai vonis bahwa konspirasi telah terbukti.